Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melihat Inovasi Pelayanan Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY. Luncurkan Jogja LiteraSpace, Layani Nonstop 7 Hari Kerja Senin-Minggu

Cintia Yuliani • Jumat, 12 Desember 2025 | 14:15 WIB
INOVASI LAYANAN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Syam Arjayanti menjelaskan kehadiran Jogja LiteraSpace mendapatkan sambutan hangat.
INOVASI LAYANAN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Syam Arjayanti menjelaskan kehadiran Jogja LiteraSpace mendapatkan sambutan hangat.

JOGJA - Balai Layanan Perpustakaan ( Balai Yanpus) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus mengembangkan layanan ke masyarakat. Salah satunya, dengan kehadiran Jogja LiteraSpace. Layanan tersebut tersedia di Grhatama Pustaka Jalan Janti, Banguntapan, Bantul.


Jogja LiteraSpace bisa digunakan oleh masyarakat sebagai ruang co-working space atau ruang kerja bersama berbasis perpustakaan. Layanan Jogja LiteraSpace diluncurkan kali pertama menjelang pertengahan tahun ini. Tepatnya pada 20 Mei 2025 lalu.


Sebelumnya, Jogja LiteraSpace di sisi timur merupakan ruang surat kabar atau majalah. Sedangkan ruang freefunction ada di sebelah barat. Awalnya, untuk pemustaka beristirahat saat jam istirahat. Atau saat layanan sedang tutup.


Semula layanan Jogja LiteraSpace berlangsung enam hari kerja. Mulai Senin hingga Sabtu. Dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. “Sekarang ada perubahan. Layanan kami tingkatkan,” ujar Kepala DPAD DIY Syam Arjayanti di ruang kerjanya Kamis (11/12).


Jogja LiteraSpace melayani dari Senin sampai dengan Minggu. Mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Layanan bukan hanya lima hari atau enam kerja namun tujuh hari kerja. Itu sebagai upaya inovasi pelayanan Balai Yanpus. Sekaligus merespons masukan masyarakat. Mereka ingin layanan tak terbatas pada hari kerja.


“Pertimbangannya banyak yang datang di akhir pekan pada Sabtu dan Minggu,” tutur Syam.
Dikatakan, Jogja LiteraSpace cocok dimanfaatkan mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Juga dosen, peneliti, freelancer, dan komunitas kreatif. Khususnya mereka yang ingin menggarap pekerjaannya dengan layanan fasilitas yang disediakan secara cuma-cuma alias gratis.


Fasilitas yang disediakan beragam dan lengkap. Ada akses Wifi gratis dengan kecepatan tinggi. Cocok menjadi area baca dan diskusi. Dilengkapi empat tablet untuk mengakses ebook di aplikasi iJogja dengan colokan listrik dengan jumlah mencukupi.


Ruangan Jogja LiteraSpace juga dilengkapi pendingin ruangan. Sejumlah buku tentang pendidikan, sejarah, dan kebudayaan juga tersedia. Bisa dibaca. Setiap harinya terdapat pula koran yang selalu diperbarui dari semua media di Jogja.


“Tujuan Jogja LiteraSpace ini juga dalam rangka menguatkan budaya literasi. Mendorong kolaborasi lintas komunitas, dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas masyarakat,” kata pejabat yang sebelumnya mengepalai dinas pertanian dan ketahanan pangan DIY ini.


Sebagai informasi kapasitas ruangan Jogja LiteraSpace ini bisa menampung sebanyak 40 orang. Ada tempat duduk khusus kerja dengan meja yang luas. Jika masyarakat yang ingin berkunjung dan memanfaatkan layanan Jogja LiteraSpace ini, diizinkan membawa makanan dan minuman dari luar. Syaratnya tidak menimbulkan bau yang dapat mengganggu pengunjung lainnya.


Setelah layanan ini diperbarui ada peningkatan kunjungan. Berdasarkan hasil survei Juli sampai Agustus 2025, indeks kepuasan masyarakat mencapai 91, 23. “ Jadi sudah sangat baik,” papar Syam.


Kunjungan setiap bulan juga mengalami tren kenaikan. Sebelum layanan diperbarui saat masih enam hari kerja, pukul 08.00-16.00 hanya 112 orang. Kini, setelah tujuh hari kerja, pukul 08.00-22.00 mencapai 1.404 orang dalam satu bulan kunjungan.


Bersama seluruh jajarannya Syam berkomitmen berupaya terus meningkatkan sarana dan prasarana. Mengoptimalkan jam dan kualitas layanan, menguatkan sumber daya manusia (SDM), serta mengembangkan sistem layanan berbasis teknologi. “Kami terbuka menerima masukan dan saran dari masyarakat,” terang mantan kepala dinas perindustrian dan perdagangan DIY ini.


Dia berharap, layanan Jogja LiteraSpace dapat menjadi pusat literasi dan kolaborasi publik. Mendukung penguatan budaya baca dan diskusi. Dengan demikian, dapat menjadi bagian dari ekosistem kreatif dan digital di DIY.


Prioritas utama pemerintah bukan hanya menyediakan ruang bagi masyarakat berkarya dan menyelesaikan berbagai tugas. Namun juga memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan tanpa beban tambahan.


Dengan adanya layanan seperti Wifi gratis dan tempat yang nyaman, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan tambahan biaya atau mencari lokasi lain demi mendapatkan layakan fasilitas tersebut. Harapannya, layanan Jogja LiteraSpace itu benar-benar dapat membantu dan meringankan aktivitas masyarakat. (cin/kus)

 

Editor : Herpri Kartun
#arsip daerah #LiteraSpace #perpustakaan