Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penjagaan Objek Wisata saat Nataru di Malioboro hingga Kawasan Pantai, Ratusan Personel Diterjunkan

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 12 Desember 2025 | 03:54 WIB
ALA EROPA: Wisatawan berfoto mengenakan kostum ala Eropa di kawasan Titik Nol Kilometer, Jogja, kemarin (11/12).
ALA EROPA: Wisatawan berfoto mengenakan kostum ala Eropa di kawasan Titik Nol Kilometer, Jogja, kemarin (11/12).

 

JOGJA - Berbagai instansi di DIY masing-masing menerjunkan personel untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Terutama di obyek wisata baik, di Kota Jogja maupun di pinggiran kabupaten.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Bagas Senoadji mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 328 peersonel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) dalam momentum Nataru. Mereka disebar di tujuh wilayah obyek wisata terbuka.

"Tujuh wilayah itu, limanya ada di pantai selatan, satunya di Waduk Sermo, kemudian satunya lagi ada di Kaliurang. Di markas komando ada yang kami standby kan 24 jam," ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (11/12).

Selain personel SRI, pihaknya juga mengerahkan sebanyak 150 personel Satpol PP untuk melakukan patroli, terutama di Malam Natal. Patroli dilakukan di gereja-gereja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para jamaah saat beribadah.

"Kami juga sudah mengimbau kepada Jaga Warga untuk aktif menggiatkan di lingkungan masing-masing," bebernya.

Dari informasi yang ia dapat, tujuan favorit wisatawan adalah kawasan pantai. Pantai di DIY sendiri membentang sejauh 113 kilometer dari Gunungkidul, Bantul hingga Kulon Progo.

Maka dari itu, tugas dari SRI adalah mengantisipasi adanya laka laut. "Ada tenaga medis yang siap di lokasi pantai untuk antisipasi," tandasnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak teledor dan memastikan aman apabila meninggalkan rumah. Kompor, lampu dan peralatan lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran supaya tidak lupa untuk dimatikan.

"Atau mungkin bisa menitipkan kuncinya kepada warganya yang tidak meninggalkan rumah," paparnya.

Menurutnya, salah satu lokasi yang diperkirakan akan terjadi keramaian saat perayaan Nataru adalah di Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kulon Progo.

Sebab, selain merupakan obyek bangunan baru, lokasi itu juga memiliki pemandangan alam bagus.

"Masyarakat mungkin akan memasang kembang api dan sebagainya, dan ini sudah kita antisipasi, jangan sampai ada di sana," terangnya.

Masyarakat dilarang untuk berhenti di badan jembatan yang juga dilarang dalam aturan. Hal itu karena jembatan hanya menopang beban dinamis, bukan statis. Apabila masyarakat berhenti di sana, maka akan timbul kemacetan.

"Kami harapkan masyarakat dapat menghentikan kendaraannya di luar kawasan jembatan. Dan kami berkolaborasi nanti dengan Dinas Perhubungan DIY, akan mendirikan pos di sana," tandasnya.

Berpindah ke Kota Jogja, tepatnya di Kawasan Malioboro. Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Fitria Dyah Anggraeni mengatakan sedang mempersiapkan semacam maskot yang bertugas mengedukasi wisatawan saat Nataru terkait aturan berwisata di Malioboro.

Mulai dari Kawasan Tanpa Rokok (KTR), persampahan dan sebagainya. "Jadi kami akan mencoba mendekati para calon-calon pelanggar kalau ada pelanggaran rokok misalnya, kita akan mendekati mereka dengan itu," ujarnya.

Upaya itu merupakan tindakan persuasif yang diharapkan bisa mengurangi para pelanggar KTR. Selain pelanggar KTR dan meningkatnya timbulan sampah, tingginya wisatawan juga berpotensi mengundang pedagang asongan. "Kami akan mengoptimalkan penyisiran, supaya wisatawan juga tidak terganggu," jelasnya. (oso/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#nataru #pengamanan natal #natal dan tabun baru #Satlinmas Rescue Istimewa #kaliurang