JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mendeteksi adanya aktivitas dua siklon yang mengintai wilayah DIY. Kondisi tersebut diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer bibit siklon 93W terdeteksi muncul di sebelah utara Pulau Kalimantan. Kemudian juga ada bibit siklon 91S yang berada di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Selain fokus itu juga terdapat pola siklonik di sekitar Laut Banda.
Meski tidak langsung berada di atas langit DIY, Warjono menyebut aktivitas siklon tersebut dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Pulau Jawa. Salah satunya meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (11/12/2025).
Dia menyatakan, kondisi cuaca yang dominan hujan juga diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Sebab selain kehadiran dua siklon, suhu muka laut dalam skala harian dan mingguan terpantau relatif hangat. Sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
Disisi lain, profil vertikal kelembaban udara terkini di wilayah DIY juga terpantau berada pada ketinggian 1-2,5 kilometer dengan tingkat kelembaban 70 hingga 95 persen. Hal tersebut dimungkinkan memberi peluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi harus mulai waspada,” pesan Warjono.
Terkait dengan kesiapan di daerah, Pemerintah kota (Pemkot) Jogja telah menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 455 tahun 2025 tentang perpanjangan penetapan status siaga Darurat bencana banjir, talud longsor, dan cuaca ekstrem. Berlaku hingga akhir Desember mendatang.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengungkapkan, lewat keputusan tersebut koordinasi antar lembaga, relawan, dan masyarakat bakal diperkuat. Sekaligus mengintensifkan informasi dan himbauan tentang potensi bencana.
Berdasarkan hasil pemetaannya di akhir tahun lalu ini, sejumlah destinasi wisata juga memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai.
Misalnya di kawasan kebun binatang Gembira Loka yang terdapat banyak pohon rindang. Kemudian di Malioboro dengan banyak reklame dan pohon besar.
“Segera melaporkan indikasi bahaya seperti pohon rapuh, talud longsor, atau saluran air tersumbat. Serta utamakan keselamatan ketika mengunjungi kawasan wisata,”pesan Darmanto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin