JOGJA - Upaya memperkuat predikat kota budaya dilakukan oleh pemerintah kota Jogja.
Bentuknya dengan pemberian apresiasi terhadap seniman, budayawan, dan pelestari bangunan cagar budaya
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti mengatakan, ada sembilan tokoh budayawan dan seniman yang diberikan penghargaan.
Baca Juga: Terkumpul Capai Rp 20 Miliar, Dana TJSP Sleman Fokus pada Pemberdayaan Sosial
Di antaranya siswa Among Beksa sebagai pelestari tari tradisional, pelaku seni tari tradisional Kinanti Sekar Rahina, dan majalah Djaka Lodang sebagai pelestari bahasa, sastra dan aksara.
Penghargaan juga diberikan kepada pelaku pelestari bahasa sastra dan aksara Margareth Widhy Pratiwi, pelestari adat dan tradisi Raden Mas Enggar Pikantoyo, pelaku adat dan tradisi Joni Wijanarko, budayawan Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, kreator Ishari Sahida, serta pelestari warisan budaya benda tak benda Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.
Selain terhadap tokoh, apresiasi juga diberikan kepada pelestari lima bangunan cagar budaya publik.
Baca Juga: Lampu Stadion Sultan Agung Bantul Penuhi Standar, PSIM Jogja Siap Gelar Laga Malam Hari
Di antaranya benteng keraton mataram Kotagede, monumen jumenengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Kotagede, pancuran donotirto lanang di jalan jogonegaran, menara sirine (gaok) di jalan hayam wuruk, serta pancuran Donotirto Wadon di Pringgokusuman.
Yetti menyampaikan, penghargaan yang telah diberikan merupakan salah satu bentuk ajakan terhadap untuk ikut menjaga keberlanjutan kebudayaan kota.
Sebab pelestarian budaya maupun bangunan cagar budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Perlu kontribusi masyarakat,” ujar Yetti di sela pemberian penghargaan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan, kota Jogja merupakan daerah yang hidup dari karya seni dan budaya.
Oleh karena itu dia berharap agar para pelestari seni dan budaya bisa lebih produktif agar dapat memberi dampak ekonomi kepada masyarakat luas.
Hasto menilai, seniman dan budayawan sangat berperan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Imbas Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Kleringan, Stasiun Tugu-Malioboro Butuh Waktu 10 Menit
Sebab mayoritas mancanegara tertarik untuk datang ke kota Jogja berkat atraksi dan karya yang ditelurkan oleh para pelaku seni dan pelestari budaya. Bukan keindahan alam.
“Sehingga kami betul-betul tunggu kreativitas para seniman dan budayawan agar bisa menghadirkan karya dan destinasi baru,” tutur Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita