Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asa Pedagang Eks Abu Bakar Ali pada Momentum Libur Nataru: Jadi Pengalaman Pertama Pasca-Relokasi ke Menara Kopi, Berharap Dongkrak Pendapatan

Iwan Nurwanto • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:15 WIB

 

SUNYI: Suasana lahan Menara Kopi yang kini menjadi tempat bagi para pedagang eks Parkiran Abu Bakar Ali pada Selasa (9/12/2025).
SUNYI: Suasana lahan Menara Kopi yang kini menjadi tempat bagi para pedagang eks Parkiran Abu Bakar Ali pada Selasa (9/12/2025).

JOGJA - Momen libur natal dan tahun baru menjadi harapan baru bagi ratusan pedagang eks parkiran Abu Bakar Ali (ABA).

Pasalnya, akhir tahun mendatang merupakan kali pertama pedagang menghadapi libur panjang. Pascarelokasi ke Menara Kopi sejak bulan Mei lalu.

Hening, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana Menara Kopi pada Selasa (9/12/2025).

Baca Juga: Pendapatan Negara DIY Tembus Rp 8,07 Triliun, Kanwil DJP DIY Sebut Sektor Pajak Masih Mendominasi

Lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi itu kondisinya memang seperti itu. Hampir tidak ada penjual yang menjajakan dagangannya selain hari Sabtu dan Minggu.

Namun, asa 240 pedagang di tempat tersebut masih ada. Apalagi di masa libur panjang akhir tahun mendatang.

Para pedagang ingin lahan yang setiap harinya sepi itu bisa ramai dengan bus-bus wisata yang membawa pembeli.

Baca Juga: Upaya Pemkab Magelang Meredam Gejolak Harga, Produksi Surplus Pilih Bagikan Paket Cabai Gratis

Pengelola Parkiran ABA yang juga mewakili para pedagang dan juru parkir Doni Rulianto mengatakan, sejak relokasi dari parkiran ABA di pertengahan tahun lalu sepi memang makanan sehari-hari.

Ramainya pembeli hanya saat akhir pekan. Sementara hari biasa pedagang memilih menutup lapak.

Doni mengungkap, setiap akhir pekan rata-rata bus yang parkir di Menara Kopi berkisar antara 10 hingga 15 bus.

Baca Juga: Pupuk Budaya Empati, Pegawai Bank BPD DIY Himpun Bantuan Korban Bencana Sumatra

Angka ini jauh berbeda dibandingkan kapasitas dan kunjungan saat masih beroperasi di lokasi lama. Sebab di parkiran ABA, bus wisata yang parkir bisa mencapai 30 hingga 35 kendaraan.

"Kalau weekdays sepi, tidak pernah ada bus," ujarnya saat dikonfirmasi.

Harus diakui, sepinya kunjungan juga berdampak langsung pada pendapatan para pedagang.

Baca Juga: Usulan Pembangunan Hybrid Sea Wall Demak Diterima Badan Otorita Pantura

Doni menyebut, pendapatan pedagang di Menara Kopi masih sangat kecil. Serta jauh dari kata optimal jika dibandingkan dengan lokasi lama.

Dia memperkirakan, rata-rata pendapatan pedagang hanya sekitar Rp. 100 hingga 200 ribu. Itupun hanya didapatkan saat hari Sabtu dan Minggu saja. Sementara pada hari biasa tidak pernah ada pemasukan.

Libur natal dan tahun baru 2025 menjadi momen pertama pasca perpindahan seluruh pedagang ke lokasi baru.

Baca Juga: Meski Sudah Merah, Tetap Harus Was-Was! Lampu Penyeberangan Orang di Jalan Malioboro Dinilai Wisatawan Kurang Optimal

Doni menaruh harapan besar momen tersebut dapat membawa penambahan jumlah kunjungan. Minimal, bisa membuat seluruh lapak pedagang kembali buka.

Sementara soal rekayasa lalu lintas dari pemerintah kota, dia yakin mampu mendongkrak jumlah bus wisata yang parkir.

Pun juga ada penutupan akses kendaraan besar dari arah timur. Sehingga berpotensi membuat bus-bus wisata dari Malioboro bisa terpusat parkir di lahan Menara Kopi.

Baca Juga: Penetapan Tersangka Dua Kasus Korupsi di Seyegan Masih Tunggu Penghitungan Kerugian Negara

Bahkan, dia yakin dengan larangan bus wisata masuk ke kawasan Malioboro juga akan mengoptimalkan lahan Menara Kopi.

Sebab bus dari arah selatan berpotensi menggunakan kantong-kantong parkir di kawasan Kotabaru.

“Mudah-mudahan nanti ada dampak positifnya,” harap Doni. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Dongkrak Pendapatan #Libur NATARU #Menara Kopi Kotabaru #pedagang