Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Kleringan Jogja, Stasiun Tugu-Malioboro Butuh Waktu Sepuluh Menit

Iwan Nurwanto • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:13 WIB
Kondisi kepadatan lalu lintas di simpang Jalan Kleringan, Kota Jogja saat uji coba lampu Apill pada Selasa (9/12/2025) siang.
Kondisi kepadatan lalu lintas di simpang Jalan Kleringan, Kota Jogja saat uji coba lampu Apill pada Selasa (9/12/2025) siang.

JOGJA - Kebijakan pemerintah kota Jogja untuk merekayasa lalu lintas ruas jalan sekitar jembatan Kewek berimbas pada kemacetan. Kondisi tersebut tampak dari adanya uji coba penghidupan alat pemberi isyarat lalu lintas (apill), Selasa (9/12/2025).

Pantauan Radar Jogja sekitar pukul 12.00 kemacetan panjang sudah terjadi dari ruas jalan Wongsodirjan menuju arah timur ke jalan Kleringan. Bahkan dari belokan pintu masuk Stasiun Tugu pintu timur di jalan Mangkubumi kendaraan sempat berhenti total beberapa menit karena ada akses keluar kendaraan dari pintu stasiun.

Penulis yang menggunakan sepeda motor juga mencoba menghitung waktu perjalanan dari Stasiun Tugu menuju Malioboro. Hasilnya, waktu tempuh yang dibutuhkan mencapai sekitar enam menit.

Sementara dari keterangan pengendara mobil yang berhenti di Jalan Malioboro menyebut, waktu yang dibutuhkan dari jalan Mangkubumi ke jalan Malioboro sekitar sepuluh menit. Waktu yang cukup lama untuk jarak sekitar tiga kilometer dengan menggunakan kendaraan bermotor.

“Tadi berhenti-jalan berhenti-jalan, karena macet (di simpang Kleringan) ada lampu merah,” ujar pengendara mobil tersebut.

Berdasarkan skema rekayasa lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja, pemasangan lampu apill memang dilakukan di beberapa titik. Selain di simpang jalan Kleringan dari arah barat, lampu apill juga terpasang di simpang Kleringan sisi selatan.

Kemudian ada juga apill di jalan Mataram dari arah selatan serta di bawah perlintasan kereta api. Akses menuju jalan Mataram dari arah utara juga dipasang lampu apill bagi kendaraan yang keluar dari kawasan Kotabaru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, rekayasa lalu lintas itu diterapkan sebagai langkah penyelamatan jembatan Kewek yang konstruksinya sudah masuk kondisi kritis. Lantaran kekuatan jembatan hanya tinggal 20 hingga 30 persen saja.

Pemasangan apill tersebut juga dilakukan karena rekayasa lalu lintas kawasan jembatan Kewek akan ada penerapan dua arah. Sebab aksesibilitas kendaraan besar dan roda empat dibatasi untuk melintas di atas jembatan Kewek. Termasuk dengan memasang portal pembatas ketinggian di simpang Legend Coffee menuju Malioboro.

Arif tidak menampik, imbas dari penerapan rekayasa lalu lintas itu akan membuat kepadatan lalu lintas. Meskipun demikian, mau tidak mau rekayasa lalu lintas tersebut tetap harus diterapkan demi menjaga keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan di sekitar jembatan Kewek.

Sebagai informasi, rekayasa lalu lintas itu secara resmi diterapkan pada Rabu (10/12/2025).

“Meskipun repot, apapun kami lakukan demi kenyamanan semua,” bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jembatan kewek #kemacetan #Kleringan Jogja #rekayasa lalu lintas #Jembatan Kewek Jogja #Kleringan