JOGJA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menyalurkan sejumlah bantuan berupa obat-obatan ke wilayah terdampak bencana Sumatera. Secara simbolis, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X melepas satu truk bantuan logistik tersebut di Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (8/12/2025).
Pantauan Radar Jogja, satu truk box warna putih dengan spanduk bertuliskan solidaritas untuk Sumatera telah terparkir di Kompleks Kepatihan, Jogja sejak pagi sekitar pukul 09.30. Truk box itu membawa bertumpuk-tumpuk kardus yang berisi obat-obatan dengan tulisan Pemda DIY dan tulisan daerah tujuan bantuan pada sisi sebelahnya.
"Kami bersama-sama membantu saudara kita yang sedang kesusahan, kami di Jogja mendoakan yang terbaik," ujar Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di sela acara.
Ia berpersan, para transmigran yang ada di daerah bencana bisa tabah dalam menanggapi situasi tersebut. Menurutnya, warga Jogja juga telah bahu membahu ikut membantu dengan caranya masing-masing.
"Saya lihat sendiri, mereka (warga Jogja) justru memberi kesempatan makan gratis dan pengumpulan bantuan sebagai bentuk empati," bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi menambahkan bantuan tersebut ditujukan kepada tiga daerah terdampak banjir yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar di sana.
"Di sana cukup banyak mengalami gangguan dan beberapa mengalami kelumpuhan," ujarnya.
Menurutnya bantuan obat-obatan dipilih karena DIY mempunyai stok obat yang banyak. Sebagian stok kemudian disumbangkan. Secara rinci, bantuan tersebut berisi masker, obat penurun panas, obat penghilang rasa sakit, obat gatal, obat batuk dan juga multi vitamin. Total berat keseluruhan 842 kg dengan nilai bantuan sekitar Rp 96 juta.
"Secara aturan, bantuan itu nanti kami tujukan Dinkes provinsi sebab yang paling tahu daerah terdampak," bebernya.
Branch Manager JNE Yogyakarta, Adi Subagyo menyebutkan bahwa kiriman obat dari Dinkes DIY ini sebanyak 85 koli dengan berat 810 kg. Adapun tujuan pengiriman bantuan tersebut adalah di masing-masing Dinas Kesehatan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Adi menambahkan bahwa JNE memang membuka program Gratis Ongkir Peduli Sumatera. Program ini dibuka sejak 1-10 Desember 2025.
“Ini bukan pertama kalinya kami membuka program gratis ongkir bantuan untuk korban bencana, dan kami sendiri merasa terharu atas kepedulian masyarakat Yogyakarta yang begitu antusias menyalurkan bantuan melalui JNE,” ujarnya.
Sejak program ini antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tak jarang warga inisiatif mengumpulkan bantuan secara kolektif dan mengirimkannya ke JNE.
Barang bantuan yang dapat dikirim meliputi makanan atau lauk kering, obat-obatan, sembako, peralatan mandi, alas tidur, dan selimut dengan batas maksimal berat paket 10 kilogram per kiriman bantuan.
Sementara itu, makanan basah, mudah busuk, serta barang cair tidak termasuk dalam ketentuan program. Bantuan akan disalurkan melalui Posko JNE wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan setempat.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dalam berbagai upaya dan inisiatif kemanusiaan di berbagai daerah.
“Sejak berdiri, JNE berpegang pada nilai-nilai Berbagi, Memberi, dan Menyantuni dengan semangat Connecting Happiness. Nilai inilah yang melatarbelakangi ajakan kami untuk Bergerak Bersama membantu para korban. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Harapan kami, layanan gratis ongkir ini dapat mendorong semakin banyak pihak untuk turun tangan,” ujarnya.
Editor : Iwa Ikhwanudin