Itu disebabkan karena tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat menjelaskan, berdasarkan data laporan warga yang masuk ke Pusdalop BPBD Kota Jogja, Sungai Winongo saat ini menjadi titik yang paling banyak dilaporkan memiliki potensi kerawanan dibandingkan sungai besar lain yang ada di Kota Jogja.
Meskipun belum ada kejadian longsor besar, Operator Pusdalop BPBD Kota Jogja lanjur Nur Hidayat sudah melaporkan adanya tanda-tanda kerawanan yang sudah mulai terlihat pada infrastruktur penahan tebing sungai.
"Beberapa tempat itu ada rekahan kecil. Itu di bantaran Sungai Winongo, milik PUPR, tebing atau bronjongnya," bebernya, Sabtu (6/12/2025).
Dari temuan adanya retakan pada bronjong atau tebing sungai itu, maka Nur Hidayat menyatakan hal itu bakal menjadi perhatian khusus dari BPBD Kota Jogja.
Mengingat saat ini intensitas hujan di DIY sendiri terbilang masih tinggi.
"Untuk informasinya sementara itu. Karena beberapa masukan dari laporan warga baru kebanyakan Sungai Winongo," cetusnya.
Disinggung mengenai potensi banjir luapan, Nur Hidayat memastikan sistem pemantauan di Sungai Winongo sudah berfungsi dengan baik. Termasuk di dua sungai lain yakni Sungai Gajahwong dan Sungai Code.
"Kami sudah memasang early warning system (EWS) dan telemetri untuk antisipasi serta informasi ketinggian luapan sungai," ujarnya.
Kendati demikian, Nur Hidayat tetap mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang yang tinggal di pinggir sungai untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Yogyakarta Akhir Pekan Ini
Sebab, hujan deras yang melanda beberapa hari ini memiliki potensi luapan dan longsor di bantaran sungai.
"Kami tidak bisa memprediksi ancaman bencana dan dampaknya," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun