JOGJA - Rencana pembangunan ulang Jembatan Kewek mendapat perhatian legislatif. DPRD Kota Jogja mengapresiasi kesediaan pemerintah pusat yang telah mengucurkan dana perbaikan melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan, perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur di Kota Jogja memang sepatutnya diapresiasi.
Salah satunya untuk mewujudkan rencana pembangunan ulang Jembatan Kewek yang kondisinya sudah kritis.
Politisi Partai Gerindra itu pun menyampaikan terima kasihnya terhadap presiden yang sudah memberi perhatian terhadap Kota Jogja.
Apalagi di tengah minimnya kondisi keuangan daerah yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
“Komitmen untuk mengalokasikan anggaran Rp 19 miliar, adalah bukti nyata perhatian negara terhadap keselamatan dan infrastruktur vital di Kota Jogja,” ujar Sinar sapaannya di Kantor DPRD Kota Jogja, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Siswa SMKN 1 Alian, Kebumen Ditemukan Tewas setelah Delapan Jam Pencarian
Selain apresiasi terhadap eksekutif, Sinar juga menyampaikan terima kasih terhadap legislatif di tingkat pusat.
Sebab sebelumnya, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya yang berasal dari Partai Gerindra juga terus mendesak Kementerian PUPR untuk membangun ulang jembatan.
Sinar pun berharap, proses pembangunan ulang Jembatan Kewek yang sudah direncanakan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Rakor Eksekusi Lahan di Sleman Kembali Buntu, Pemohon Pertanyakan Kepastian Hukum
Sehingga akses vital bagi masyarakat Kota Jogja dan wisatawan itu bisa dapat segera berfungsi optimal kembali.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara pusat dan daerah yang diinisiasi oleh Komisi V DPR RI dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa kondisi Jembatan Kewek sudah memprihatinkan.
Lantaran prosentase kekuatannya hanya sekitar 20-30 persen seiring dengan usia jembatan yang sudah mencapai ratusan tahun.
Hasto mengungkap, Jembatan Kewek sudah memiliki patahan selebar tiga sentimeter dan penurunan jembatan hingga sepuluh sentimeter.
Sehingga solusi jangka pendek penyelamatan jembatan dilakukan dengan membatasi aktivitas kendaraan berat supaya tidak melintas di atas infrastruktur bernama asli Kerkweg - Kéwék itu.
“Sehingga yang bisa melintas di atas jembatan Kewek hanya sepeda motor atau mobil kecil saja,” katanya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita