Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di DIY Ada Program Difagana, Difabel Bukan Objek tapi Subjek

Magang Radar Jogja • Kamis, 4 Desember 2025 | 03:20 WIB
Difabel tidak bisa mengakses guiding block atau jalur khusus difabel karena tertutup oleh besi penyangga saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja
Difabel tidak bisa mengakses guiding block atau jalur khusus difabel karena tertutup oleh besi penyangga saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja

 

JOGJA – Pemprov DIJ menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperjuangkan hak dan keberdayaan penyandang disabilitas saat memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 di Pendapa Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan, Rabu (3/12).  

Dengan tema “Setara Berkarya Berdaya Tanpa Batas,” acara ini menghadirkan sekitar 400 peserta dari berbagai komunitas difabel, lembaga pemerintah, hingga organisasi sosial.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menegaskan, semangat kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sosial senilai Rp52 juta kepada sejumlah peserta difabel, kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Baznas DIY.

Selain itu, pemberian kursi roda dan dukungan bagi lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). “Pelayanan sosial harus merangkul semua lapisan, termasuk kelompok yang selama ini rentan,” ungkapnya.

Peringatan dilanjutkan dengan fun walk sejauh tiga kilometer menuju Titik Nol Kilometer, sebuah kegiatan yang dirancang inklusif agar penyandang disabilitas dapat terlibat aktif dalam aktivitas publik. Wakil Gubernur mendapat kehormatan melepas peserta di garis awal.

Endang juga menyoroti penguatan program pemberdayaan, salah satunya Difabel Siaga Bencana (Difagana), program yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari kesiapsiagaan bencana di DIJ sejak 2016.

“Dalam program ini, difabel bukan objek, tetapi subjek yang terlibat langsung. Kami ingin memastikan setiap hak mereka tersalurkan tanpa hambatan,” ujarnya.

Ia menambahkan DIJ telah memiliki berbagai regulasi, forum disabilitas, dan layanan berbasis masyarakat untuk penyandang disabilitas mental agar mereka dapat beraktivitas bersama warga lain tanpa diskriminasi.

“Yang terpenting, masyarakat turut menyambut dan memberi ruang. Itu yang membuat inklusi benar-benar hidup,” tuturnya.

Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menekankan bahwa masyarakat harus membangun ruang yang menerima semua orang tanpa kecuali. “Acara ini mengingatkan kita bahwa setiap orang berhak berkembang dan dihargai. Inilah bentuk kebersamaan yang harus terus kita jaga,” kata PA X.

(Salwa Mutia)

 

Editor : Heru Pratomo
#baznas #Wagub DIY #Endang Patmintarsih #dinas sosial #kepatihan #paku alam x #DIY #pemprov #Difabel #kementerian sosial #Hari Disabilitas Internasional 2025