JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat masih banyak lansia yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Menanggulangi permalasahan tersebut, pemkot pun mengalokasikan anggaran khusus.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, berdasarkan hasil pendataan pihaknya ada 1.130 lansia yang masuk kategori rentan belum tersentuh bantuan. Baik itu melalui APBN maupun APBD Pemprov DIY.
Hasto mengaku, agar lansia rentan di Kota Jogja tetap mendapat perhatian negara. Pemkot Jogja telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,07 miliar untuk program Asistensi Sosial Bagi Lanjut Usia Miskin (ASLUM).
Hasto mengungkap, para lansia yang masuk kategori rentan itu merupakan warga tidak mampu dan janda tua. Jumlahnya dimungkinkan lebih banyak karena sebagian terkendala administrasi kependudukan.
“Saya yakin jumlahnya lebih besar, tetapi sering data kependudukannya tidak lengkap,” ujar Hasto saat menyerahkan bantuan ASLUM di Mal Pelayanan Publik Balai Kota Jogja, Selasa (2/12/2025) kemarin.
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menyatakan, lansia yang masuk kelompok rentan juga akan diberi bantuan tambahan pangan. Yakni melalui program food bank yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja di tahun depan.
Hasto pun memastikan, meski anggaran pemkot mengalami efisiensi tahun depan. Ia menyebut bantuan terhadap lansia tetap menjadi prioritas.
“Bantuan untuk lansia tidak akan kami kurangi, baik jumlah penerima maupun besarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kota Jogja Maryustion Tonang membeberkan, nilai bantuan bagi lansia rentan sebesar Rp. 900 ribu per orang. Mekanisme penyaluran bantuan lewat transfer Bank BPD DIY.
Tyon sapaannya menegaskan, lansia penerima bantuan pemkot merupakan warga tidak mampu yang masuk dalam Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS). Serta belum mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Ia merinci, komposisi data lansia penerima bantuan 681 di antaranya merupakan perempuan dan 449 laki-laki. Paling banyak berusia 60–69 tahun dengan 770 orang, 70–79 tahun sebanyak 281 orang, 80–89 tahun sebanyak 75 orang, serta 90–97 tahun sebanyak 4 orang.
"Program ini diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pangan dan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu lansia penerima bantuan Udiyono mengaku bantuan yang diberikan pemkot akan sangat membantu kehidupannya. Sebab selama ini dirinya tidak memiliki pemasukan. Lantaran anak-anaknya yang selama ini mencukupi kebutuhan sehari-harinya sudah tidak lagi bekerja.
“Alhamdulillah ini sudah tahun ketiga saya mendapatkan bantuan," beber pria 80 tahun ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin