Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Yogyakarta Bakal Diintai Potensi Cuaca Ekstrem pada Akhir dan Awal Tahun, Begini Imbauannya..

Iwan Nurwanto • Selasa, 2 Desember 2025 | 04:25 WIB

 

CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).
CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi intensitas hujan meningkat pada penghujung hingga awal tahun nanti.

Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dinamika atmosfer dan laut terkini ada sejumlah faktor yang meningkatkan intensitas hujan.

Misalnya, angin monsun Asia yang sudah mulai aktif di wilayah Indonesia.

Kemudian, kondisi secara global juga sudah mulai menunjukkan adanya La Nina lemah yang kemungkinan bertahan hingga Februari 2026 mendatang.

Selain itu, Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif di Indonesia bagian timur.

“Sehingga dapat berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan,” ujar Reni dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).

 Baca Juga: Tak Diawasi, Bocah Tiga Tahun di Kebumen Tewas Tenggelam di Kolam Rumahnya

Melihat berbagai kondisi tersebut, Reni menyebut, intensitas hujan untuk beberapa bulan ke depan juga dimungkinkan masuk kategori tinggi.

Misalnya pada Desember curah hujan diperkirakan berkisar 151-400 mm/bulan.

Lalu memasuki Januari, intensitas hujan terus meningkat hingga kisaran 201-500 mm/bulan.

Kemudian untuk Februari dimungkinkan sama dengan di awal tahun dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.

Dengan kondisi cuaca tersebut, baik masyarakat maupun pemerintah daerah harus mulai menyiapkan upaya mitigasi. Sebab potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang akan meningkat.

Adapun upaya yang bisa dilakukan, dengan membersihkan saluran air secara berkala. Lalu memangkas pohon dan memastikan kekuatan baliho agar tidak menimbulkan dampak korban jiwa maupun materiil.

Selain itu, bagi kalangan petani juga mulai menyesuaikan pola tanam agar tidak terjadi gagal panen.

“Kami mengimbau agar senantiasa memperbarui informasi iklim dari instansi resmi,” imbaunya.

Terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengaku, sudah memperpanjang status siaga darurat hingga akhir Desember mendatang.

Lewat kebijakan tersebut diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa lebih bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Perpanjangan status siaga darurat perlu dilakukan karena potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi masih mengintai wilayah Jogjakarta. 

“Berdasarkan prediksi BMKG puncak musim penghujan terjadi pada Januari dan Februari,” ungkapnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Potensi Cuaca Ekstrem #awal tahun #bmkg yogyakarta #akhir tahun #MJO