JOGJA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kesiapannya menyambut libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sekitar 9 juta pergerakan kendaraan juga diprediksi terjadi di momen Nataru.
"Kalau kami kan setiap tahun ada rapat juga, untuk koordinasi Nataru. Materinya sudah masuk, tinggal nunggu ini kan ada pembagian DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2026 jadi kami sepakat minggu depan," ujar Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (1/12).
Menurutnya, tidak ada arahan khusus dalam penyelenggaraan Nataru tahun ini. Masing-masing kelembagaan dan stake holder vertikal melakukan persiapan menjelang Nataru.
"Memastikan kebutuhan BBM, beras dan sebagainya tercukupi. Kira-kira ada yang defisit tidak," bebernya.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan persiapan menjelang Nataru merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilakukan oleh Pemprov DIY. Karena bukan suatu hal yang baru, maka dari sisi kesiapan diklaim sudah sangat siap.
"Transportasi, posko-posko penjagaan hingga stok bahan pokok sudah siap," ujarnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang ia sampaikan, beberapa komiditas bapok per November tahun ini mengalami surplus.
Misalnya, komoditas beras jumlah ketersediaan di DIY 73.720,48 ton dengan kebutuhan 32,411,11 ton.
Sehingga mengalami surplus sekitar 41.309,37 ton. Kemudian Jagung mengalami surplus sebesar 9.401,87 ton, kedelai 2.571,95 ton dan komoditas lainnya juga defisit.
"Tinggal implementasinya di lapangan, stok bapok ada di Bulog, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)," jelasnya.
Selain stok bapok, Pemprov juga memproyeksikan ada jutaan pergerakan kendaraan di momen Nataru.
"Kalau (data) dari Dishub ada 9 juta an," ucapnya.(oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin