Kondisi itu diakui sejumlah pengemudi ojek online (ojol) sebagai pengguna jalan cukup mengganggu.
Febri misalnya. Ojol yang kerap beroperasi antarkabupaten/kota di DIJ ini mengaku kerap terganggu dengan genangan air di jalan nasional.
Lantaran jalan nasional merupakan akses menuju titik-titik pengantaran.
Menurutnya, kondisi jalan yang menggenang ketika hujan membuat waktu pengantaran semakin lama. Sehingga para driver pun terpaksa mencari akses lain agar tetap dapat mencapai tujuan.
“Kalau lewat Ring Road Utara biasanya saya cari jalan tikus (jalan kampung) yang tidak ada banjir,” ujar Febri kepada Radar Jogja, (30/11/2025).
Kerap menghadapi genangan di ring road tiap musim penghujan, Febri berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan.
Sebab, menurutnya, jika genangan terus dibiarkan tidak hanya ojol yang merasakan dampaknya. Namun juga seluruh pengguna jalan.
“Soalnya nyaman kalau perjalanan itu lancar-lancar saja, tidak ada hambatan seperti banjir," bebernya.
Pengemudi ojol lain, Restu juga berharap genangan di jalan nasional tidak menjadi masalah rutin setiap musim penghujan.
Lantaran sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari melakukan aktivitas di jalan raya.
Driver asal Sleman ini bahkan kerap menolak pesanan dari pelanggan ketika ada permintaan penjemputan saat musim penghujan.
Terlebih jika melewati ruas-ruas jalan yang rawan banjir.
“Soalnya kalau dipaksakan menjemput pesanan di jalan yang banjir, biasanya macet. Nah itu, khawatirnya malah dapat komplain,” ungkap Restu. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun