JOGJA – Ditlantas Polda DIY bakal melakukan rekayasa lingkungan di kawasan Jembatan Kleringan, Kota Jogja, sebagai respons atas wacana penutupan arus lalu lintas pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Penyesuaian dilakukan menyusul kabar kondisi jembatan yang tengah dikaji karena dinilai kritis.
Dirlantas Polda DIY Kombes Yuswanto Ardi mengungkapkan, rekayasa lingkungan meliputi pemasangan rambu tambahan dan penyesuaian pulau-pulau jalan.
“Sambil juga melakukan penyesuaian flow arus lalu lintas (lalin) di Simpang Empat Gramedia,” ujarnya di sela pengecekan Smart City Jogja di Kompleks Kepatihan, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, arus lalu lintas di Simpang Empat Gramedia nantinya akan diarahkan ke timur.
Sebab, akses dari Simpang Kewek atau Kleringan membuat aliran kendaraan dari Stasiun Tugu tidak bisa langsung menuju Malioboro.
“Mereka akan kami putar di Stadion Kridosono,” jelasnya.
Konsekuensi dari rekayasa ini adalah perubahan pola pergerakan masyarakat.
Akses menuju Malioboro tidak lagi melalui Jalan Margo Utomo, tetapi dialihkan dari Simpang Gramedia ke arah selatan.
“Simpang Gramedia ke arah selatan nanti akan menjadi tulang punggung, tumpuan arus lalu lintas yang akan menuju ke Malioboro," jelasnya.
Baca Juga: Catat! Berikut Daftar 12 Kantong Parkir Saat Malioboro Full Pedestrian pada 1-2 Desember 2025
Ardi menjelaskan, skema tersebut berpotensi menyebabkan penumpukan kendaraan di sekitar Stadion Kridosono.
Untuk itu, arus dari Simpang Gramedia akan diteruskan ke timur hingga Simpang Galeria.
Padahal, ruas Jalan Jenderal Sudirman dari Gramedia hingga Galeria selama ini merupakan jalan satu arah (timur–barat).
Dengan rencana rekayasa baru, tidak menutup kemungkinan ruas tersebut akan diberlakukan dua arah.
"Nanti di depan Bethesda bisa dua arah. Sekarang kita tidak lagi bisa mengandalkan Jalan Margo Utomo untuk mengarah ke Malioboro, karena kalau lewat Margo Utomo sampai Stasiun Tugu belok kiri, di Kleringan nggak bisa kanan, dia lurus lagi terus, mutar lagi Kridosono. Daripada mutar-mutar, kan langsung saja ambil dari Simpang Gramedia ke selatan. Nah, di situlah yang harus direkayasa," terangnya.
Rekayasa tersebut bertujuan agar arus lalin menuju Malioboro tidak lagi bertumpu di Kleringan.
Namun, jalur barat di simpang Kleringan masih bisa digunakan karena tidak melewati Jembatan Kewek.
Kemudian, rekayasa lalin yang bertumpu di simpang Galeria itu, kendaraan akan diarahkan ke selatan menuju flyover Lempuyangan.
Kemudian diarahkan ke Jalan Dr Sutomo menuju sisi selatan Malioboro.
Itu juga disiapkan untuk bus pariwisata, terlebih yang datang dari arah timur.
Baca Juga: Ze Valente Ungkap Tantangan Terberat di Super League dan Misi Utamanya untuk PSIM Jogja
"Misalkan bus-bus dari arah Solo, melalui Jalan Solo, nanti di Simpang Galeria kita arahkan belok kiri. Terus nanti naik flyover Lempuyangan, terus nanti ada perempatan Dr Sutomo belok kanan. Nah, nanti di Jalan Dr Sutomo juga kita bikin satu arah juga," ucapnya.
Rekayasa lalin yang dijelaskan masih sekadar perencanaan yang telah disepakati. Sebab, hingga saat ini belum diberlakukan.
Namun, menurut Ardi itu akan diberlakukan pada periode Nataru.
"Kami menunggu konfirmasi dari dinas perhubungan kota, karena yang saya sampaikan awal tadi, sedang ada rekayasa penyesuaian rambu, kemudian pulau jalan, yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan," terangnya. (oso/wia)