Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siklon Senyar dan Koto Kepung Wilayah DIY, Berikut Dampaknya bagi Cuaca Yogyakarta

Iwan Nurwanto • Jumat, 28 November 2025 | 18:07 WIB
Bibit Siklon 95W terdeteksi BMKG.
Bibit Siklon 95W terdeteksi BMKG.

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengungkap aktivitas dua siklon tropis tengah mengintai wilayah DIY. Kondisi tersebut diprediksi berpengaruh terhadap anomali cuaca.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar analisa dinamika atmosfer siklon tropis Senyar terpantau di Selat Malaka sebelah timur Aceh. Kemudian juga ada siklon tropis Koto berada di Laut Cina selatan sebelah barat Filipina. Selain itu, terdapat pusat tekanan rendah di Australia bagian barat.

Meskipun aktivitas siklonik tidak langsung terjadi di wilayah Yogyakarta. Warjono menyebut, kondisi itu dapat mempengaruhi belokan angin di wilayah Jawa dengan bertiup dari arah barat daya menuju barat.

“Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (28/11/2025).

Menurut Warjono, selain dipengaruhi oleh aktivitas siklonik, kondisi cuaca dominan hujan juga didukung suhu muka laut yang terpantau relatif hangat. Lantaran dalam skala harian maupun mingguan suhu muka laut terpantau antara 28 hingga 30 derajat celcius.

Selain itu, kondisi La Nina lemah juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia. Kemudian profil kelembaban udara terkini di DIY juga terpantau basah.

“Sehingga dapat memberi peluang hujan di wilayah DIY. Baik pada pagi, siang, sore, dan malam hari,” beber Warjono.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengaku sudah mengajukan perpanjangan status siaga darurat. Yakni dari tanggal 1 hingga 31 Desember 2025.

Menurut Darmanto, perpanjangan dilakukan karena melihat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Yogyakarta.

Lantaran puncak musim penghujan diprediksi baru terjadi pada bulan Januari dan Februari.

“Status siaga darurat di Kota Jogja sudah berlaku dari awal November lalu,” ungkapnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#wilayah #Yogyakarta #Siklon Senyar #cuaca #dampak #DIY #kepung