JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) lebih awal, yakni sebelum memasuki akhir tahun.
Upaya tersebut untuk mencegah adanya inflasi pada momen libur natal dan tahun baru (nataru).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, bantuan yang diberikan berupa beras seberat 20 kilogram dan 2 liter minyak goreng.
Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk Oktober dan November yang seharusnya diberikan pada Desember.
Secara keseluruhan, Kota Jogja mendapatkan alokasi bantuan CPP untuk 20.604 penerima.
Total bantuan berupa 400 ton beras dan 82 ribu liter minyak goreng jenis Minyakita.
Hasto mengungkapkan, pengendalian inflasi memang cukup menjadi atensi pemerintah.
Sebab pada Oktober lalu inflasi di Kota Jogja berada di angka 0,3 persen. Lewat bantuan pangan yang sudah dilakukan, diharapkan dapat menekan laju inflasi pada bulan ini.
“Pemberian beras, minyak, dan bantuan lainnya ini Insyaallah bisa menurunkan inflasi,” ujar Hasto seusai menyerahkan bantuan CPP di Kemantren Mantrijeron, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Bansos Dikurangi, Mamin Rapat Bupati dan DPRD Dibiarkan
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menyatakan, pemkot juga berupaya menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat melalui program Warung Segoro Amarto.
Warung ini menawarkan barang pokok seperti beras dan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi.
“Warung Segoro Amarto dapat menjadi pilihan warga ketika harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan,” bebernya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan CPP Tehasujiah mengaku senang bisa mendapatkan beras dan minyak goreng.
Lantaran dapat membantu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya.
Ibu rumah tangga yang tinggal bersama dengan tiga anaknya itu menilai, bantuan pangan juga sangat mengurangi beban pengeluaran.
Terlebih selama ini dirinya hidup secara pas-pasan karena dua anaknya belum memiliki pekerjaan.
“Sangat senang sekali bisa mendapat bantuan, karena saya sudah tidak punya suami,” ungkap warga Mantrijeron ini. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita