Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLH Ungkap 60 Persen Jalur Hijau di Kota Jogja Belum Optimal, Ini Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Rabu, 26 November 2025 | 22:57 WIB
Ilustrasi ruang terbuka hijau.
Ilustrasi ruang terbuka hijau.

JOGJA - Penataan taman jalur hijau di Kota Jogja dinilai masih kurang optimal dari segi estetika. Lantaran selama ini masih didominasi tanaman dengan warna tunggal.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rina Aryati Nugraha mengatakan, ada sekitar 60 persen taman jalur hijau yang perlu peningkatan. Luasnya sekitar 33.915 meter persegi.

Menurutnya, lokasi taman jalur hijau yang kurang estetik itu tersebar di hampir semua ruas jalan. Namun yang cukup menjadi atensi berada di sepanjang Jalan Sultan Agung hingga Kusumanegara.

Rina mengungkap, kurangnya estetika taman jalur hijau di Kota Jogja karena selama ini didominasi dengan tanaman bakung. Sehingga warna yang dimunculkan pun hanya hijau dan terkesan monoton.

“Kalau dari segi fungsi dan ekologi sebenarnya sudah cukup bagus, namun estetikanya kurang. Harapan kami bisa lebih berwarna,” ujar Rina saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).

Dia menyatakan, DLH Kota Jogja memiliki misi agar seluruh taman jalur hijau bisa memiliki variasi warna yang beragam. Beberapa contoh lokasi yang sudah optimal di antaranya di Jalan Sudirman, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Senopati.

Namun, Rina berharap optimalisasi taman jalur hijau kedepannya bisa mencontoh Taman Segoro Amarto yang terletak di Bundaran Samsat, Jetis. Sebab titik tersebut selain bagus dari segi estetika juga memunculkan ciri khas Jogja.

Meski demikian, dalam upaya optimalisasi taman jalur hijau itu, DLH Kota Jogja tetap akan melihat ketersediaan anggaran di masa mendatang. Sebab dalam waktu satu tahun kedepan banyak sektor anggaran yang mengalami efisiensi.

“Kami menganggap peningkatan estetika ruang terbuka hijau ini penting, karena pinggir jalan merupakan etalase kota yang harus memberikan kesan positif bagi warga maupun pendatang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Jogja, Purwanto menilai estetika taman kota perlu dilakukan.

Apalagi, Kota Jogja merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

“Saya menilai taman yang bagus itu perlu, supaya lebih enak dipandang,” beber warga kemantren Wirobrajan ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ruang terbuka hijau #Kota Jogja #kurang optimal #jalur hijau #ruang terbuka