Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Aksanti mengatakan tahun anggaran (TA) 2026 tak ada anggaran pembangunan.
Fokus yang dilakukan adalah pemeliharaan. Selain program bersih sungai, anggaran pemeliharaan diarahkan untuk kantor kelurahan dan sekolah.
“Banyak kantor kelurahan dan sekolah yang membutuhkan pemeliharaan,” katanya. Kebijakan ini dilakukan juga tak lepas dari efisiensi anggaran. Pemerintah pusat telah memangkas anggaran transfer keuangan daerah (TKD) kabupaten/kota dan provinsi.
Khusus untuk kegiatan pembersihan sungai tetap menjadi prioritas. Pertimbangannya program itu menjadi atensi khusus Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Menjelang tutup tahun yang tinggal sebulan lagi, Umi juga menjelaskan delapan paket strategis 2025.
Perkembangannya telah mencapai 80 persen. Tinggal penyelesaian. Sisanya yang 20 persen diperkirakan tuntas pada minggu pertama dan kedua Desember mendatang.
Dalam pelaksanaan, pihaknya berhasil mengadakan efisiensi anggaran. Saat tende dibuka, penawarannya rata-rata 20 persen di bawah harga.
Efisiensi itu kemudian dimanfaatkan menambah volume pekerjaan. “Sesuai Perpres yang diizinkan digunakan sebanyak 10 persennya,” paparnya.
Selama pelaksanaan pekerjaan, Umi tak melihat kendala berarti. Hanya pembangunan saluran air hujan (SAH) Jalan Prof Dr Soepomo.
Di lapangan ternyata ditemukan banyak utilitas di dasar tanah sehingga saat digali harus hati-hati. Sebab, ada utilitas lain yang lebih dulu terpasang. Misalnya, ada pipa PDAM.
Tentang delapan paket strategis, dari sisi anggaran nilainya tidak besar. Rata-rata di bawah Rp 20 miliar.
Difokuskan mendukung pemenuhan layanan dasar masyarakat. Mulai bidang pendidikan, perumahan, jalan, dan sumber daya air (SDA).
Meliputi pemeliharaan berkala Jalan Sugeng Jeroni Rp 6,5 miliar, pembangunan saluran air hujan (SAH) Jalan Soepomo Rp 5,5 miliar, pembangunan SMP Negeri 10 Yogyakarta Rp 5,2 miliar serta renovasi gedung dan bangunan UPT PPA dan RPS Rp 4,7 miliar.
Selanjutnya, pembangunan SD Negeri Golo Rp 4,2 miliar, rehabilitasi talud Sungai Code Kelurahan Terban Rp 2 miliar, penataan penerangan jalan kota sektor I (Jalan Kusumanegara, Jalan Mangunsarkoro dan Jalan Suryopranoto) Rp 2 miliar serta pembangunan SR dan SP Tahunan Rp 1,5 miliar.
Pekerjaan di SMPN 10 adalah pembangunan lokal kelas untuk menggantikan lokal kelas yang sudah ada.
Ke depan akan dilakukan pembangunan dalam rangka menambah rombongan belajar (rombel). Tujuannya demi pemerataan akses layanan pendidikan.
Sebab, di wilayah selatan baru ada dua sekolah negeri yakni SMPN 9 dan SMPN 10. Jumlah rombelnya masih terbatas, di bawah 10. Karena itu di masa datang akan ditambah.
Saat ini sekolah dengan rombel besar masih berada di wilayah utara seperti SMPN 1, SMPN 5 dan SMPN 8 yang rata-rata memiliki 10 rombel. Tiga sekolah itu berada di satu wilayah, Kemantren Gondokusuman. (kus)
Editor : Bahana.