JOGJA - Kondisi Jembatan Kewek yang sudah dalam kondisi kritis menjadi atensi legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mendorong agar upaya rehabilitasi bisa dilakukan tanpa bergantung anggaran pusat.
Sinar sapaannya mengatakan kemandirian pemkot perlu, karena dana alokasi khusus (DAK) yang selama ini menjadi penopang infrastruktur sudah dihapus. Sehingga jika upaya perbaikan dilakukan tahun ini. Maka, mau tidak mau hanya bisa menggandakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Saya sangat berharap bagaimana pemkot kemudian mencari jalan keluar, mencari solusi yang kemudian arahnya sebuah kesiapan kemandirian pemkot,” ujar Sinar saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (25/11/2025).
Politisi Partai Gerindra itu menyebut, untuk mewujudkan kemandirian, pemkot sudah saatnya mengoptimalkan potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal. Selain itu juga harus bisa membuka peluang potensi pendapatan baru.
Sinar mengungkapkan, langkah konkrit kemandirian pemkot dalam hal mendongkrak pendapatan asli daerah sangat diperlukan karena merupakan solusi jangka panjang. Sehingga ketika ada kebijakan lagi soal pemangkasan anggaran, pemkot tidak lagi kelabakan.
“Harapannya, DAK itu tidak semata-mata menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, seolah-olah kalau tidak ada DAK kemudian tidak bisa membangun infrastruktur," beber Sinarbiyat.
Namun jika memang perbaikan Jembatan Kewek dirasa sudah sangat mendesak, lalu pemkot tidak memiliki kemampuan anggaran. Politisi Partai Gerindra itu mendorong agar pemkot segera mengajukan permohonan khusus kepada pemerintah pusat.
Sebab, Jembatan Kewek merupakan salah satu infrastruktur vital di Kota Jogja yang menghubungkan Kotabaru dengan Malioboro. Pada satu sisi, legislatif juga tidak ingin ada peristiwa yang membahayakan masyarakat dan wisatawan.
“Pemerintah harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemakai jalan umum di sepanjang jalan itu,” tegas Sinar.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, estimasi kebutuhan anggaran untuk pembangunan ulang Jembatan Kewek berkisar Rp. 12 miliar. Pihaknya saat ini tengah berjuang mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami minta anggarannya ke pusat, ke Kementerian PUPR Pusat. Sama juga alternatif ke provinsi, kami masih berjuang,” tegas Hasto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengaku, sudah menyiapkan langkah memperpanjang umur jembatan. Yakni dengan melarang bus wisata dan truk besar agar tidak melintasi Jembatan Kewek.
“Memang (Jembatan Kewek) sudah kritis, dan sebenarnya sudah tidak memungkinkan renovasi tapi harus dibangun u lang," tutur Umi. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin