JOGJA - Bantaran Sungai Code tepatnya di kawasan Lembah Mahannani, Terban, Kota Jogja kini tampak lebih indah dihiasi lukisan mural.
Mural tersebut merupakan hasil dari perlombaan Terban Mural Competition yang digelar Minggu (23/11/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, lewat kompetisi mural tersebut pemerintah kota (pemkot) ingin mempersatukan warga Sungai Code.
Sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Ini juga bisa menjadi percontohan bahwa tepi-tepi sungai dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif, edukatif, dan membangun bagi Kota Jogja,” ujar Hasto di sela kompetisi mural.
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu mengapresiasi hasil karya dari para seniman mural. Ini karena kualitasnya mengesankan.
Bahkan, juga memiliki pesan yang baik untuk masyarakat Kota Jogja.
Dicontohkan, seperti karya dari pelajar Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang mengusung tema Guyub Rukun Saklawase, Padang Latare, Resik Kaline.
“Selain bagus dari segi estetika, karya itu juga memiliki pesan yang sangat bermoral,” ungkapnya.
Baca Juga: Teknologi Perlindungan Kendaraan Terdepan Hadir di Booth JKIND di GJAW 2025
Hasto menegaskan, program seperti lomba mural akan diteruskan dan diperluas.
Dia juga berharap agar mural di Terban dapat menjadi model yang bisa direplikasi pada berbagai titik bantaran Sungai Code dan sungai lainnya.
“Selama empat tahun saya akan mengawal agar kegiatan semacam ini terus dilakukan,” katanya.
Ketua Pelaksana Terban Mural Competition Heru Prasetyo menyampaikan, lomba tersebut sebagai upaya mempercantik kawasan lembah Sungai Code.
Pun juga menjadi wadah terarah bagi para seniman mural.
Heru mengaku, dalam perlombaan tersebut pihaknya mengusung tema Harmoni Kota Jogja Penuh Warna.
Lewat tema tersebut para seniman diajak untuk mengangkat nilai budaya dan kekhasan Kota Jogja.
Adapun perlombaan diikuti oleh peserta pelajar hingga umum dengan waktu pengerjaan dari 20 hingga 22 November 2025.
Sementara untuk penilaiannya menjadi satu karena para peserta merupakan profesional.
“Kegiatan ini bisa dikatakan event nasional, karena 50 persen peserta dari luar kota, 50 persen dari dalam kota,” beber Heru.
Dalam perlombaan tersebut juara satu disabet oleh tim Subki Mural Art (SMART). Lalu untuk juara kedua diraih grup Kamis Wage dan Ungu juara ketiga.
Kemudian Jauza Design meraih juara harapan satu dan Vangof Art meraih juara harapan dua.
Perwakilan tim SMART Hanif Choirunnisa menyampaikan, timnya membuat karya mural dengan figur Semar sebagai pemberi tuntunan.
Dalam mural buatan timnya itu, Semar digambarkan memeluk Tugu Jogja sebagai simbol menjaga nilai-nilai Jogja agar tetap lestari.
Serta juga diberikan pesan Wong Jogja Ojo Lali Jogjane
“Semar melambangkan sosok yang suka memberi wejangan. Dia memberi wejangan karena banyak anak muda yang terlibat klitih atau pergaulan yang kurang baik,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita