RADAR JOGJA - Lebih dari 1000 anggota Kelompok Jaga Warga memenuhi lapangan Mapolda DIY di Jalan Padjajaran Ringroad Utara Jogja. Mereka mengikuti gelar apel bertajuk “Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai”.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X bertindak sebagai pimpinan apel. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo secara khusus datang ke Jogja menghadiri kegiatan tersebut.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menjadi tuan rumah menyambut kehadiran tamu undangan. Di antaranya jajaran Forkompimda seperti Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo dan Kepala Kejati DIY I Gde Ngurah Sriada.
Dalam amanatnya, HB X mengingatkan makna di balik falsafah Jawa, tata titi tentrem kerta raharja. Keteraturan yang dijalani dengan ketulusan akan melahirkan ketenteraman. Ketenteraman menumbuhkan daya juang yang berkesinambungan dan menjadikan kesejahteraan lahir batin.
"Nilai ini, bertemu dengan adagium Latin, salus populi suprema lex, bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ujar gubernur, Jumat (21/11/2025)
Gelar Apel itu juga mengukuhkan Yogyakarta sebagai ruang hidup bersama. Makna manunggaling warga lan pamong menjadi kekuatan moral menjaga ketenteraman DIY.
Apel itu juga menjadi salah satu bentuk komitmen memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Dibutuhkan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dan mitra strategis.
Melalui empati, komunikasi dua arah, dan tanggung jawab bersama. Ketika keamanan dijalin bersama warga, yang tumbuh bukan sekadar keteraturan, tapi resiliensi sosial. “ Bukan hanya kepatuhan, tapi solidaritas,” ingat raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.
"Di sinilah Jaga Warga menemukan peran strategisnya. Menjadi jembatan budaya agar proses penegakan keamanan tidak serta-merta bertumpu pada tindakan represif. Namun selalu dimulai dari kohesi, dialog, dan kebijaksanaan," lanjut gubernur.
Dalam kesempatan itu, HB X juga menyampaikan terima kasih atas dukungan 10.000 rompi yang diberikan Polri kepada Jaga Warga.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2026, Jaga Warga diharapkan terus menjadi pagar budaya. Menjaga harmoni, sahabat masyarakat dan mitra Polri yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial.
"Setiap kalurahan sudah ada Jaga Warga. Mulai tahun ini kita tingkatkan di padukuhan, sehingga nantinya setiap padukuhan juga ada Jaga Warga," terang HB X.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Sigit, acara itu menjadi simbolisasi dari keterlibatan masyarakat dalam mengikuti pranata dan keteraturan sosial.
“Jaga Warga merupakan cerminan warisan kebudayaan dari kearifan lokal masyarakat yang ada di Yogyakarta,” tandas jenderal bintang empat alumnus SMAN 8 Yogyakarta ini.
Dikatakan, Polri tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Polri perlu bersama-sama masyarakat menjaga keteraturan sosial dengan menghormati kearifan lokal. “Tentu ini kadang kala akan jauh lebih bisa menyelesaikan masalah," katanya.
Kapolri mengintruksikan ke jajaran Polresta/Polres hingga Polsek se-DIY meningkatkan kolaborasi dengan Jaga Warga. Penyelesaian permasalahan dengan kearifan lokal dan musyawarah akan lebih diutamakan
Peserta apel itu berasal dari Kelompok Jaga Warga kabupaten/kota se-DIY. Rincianya, Kota Yogyakarta sebanyak 180 orang, Sleman (440), Bantul (260) dan masing-masing 60 orang dari Kulon Progo dan Gunungkidul.
Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya jejaring masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di tingkat akar rumput. (oso/kus)
Editor : Herpri Kartun