JOGJA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyindir terkait makin merosotnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegera (wisman) ke DIJ. Dia membandingkan jumlah kedatangan saat masih di Bandara Adisutjipto dengan di Yogyakarta International Airport (YIA).
"Jogja sebelum Covid-19 itu turisnya ataupun yang ke Jogja melalui bandara itu 7 juta, Bandara Adisutjipto. Tetapi per hari ini, maksimal 4 juta di bandara Kulonprogo YIA dan kapasitas yang dibangun itu untuk 20 juta," terangnya Saat menjadi pembicara dalam Talkshow Hilirisasi, Percepatan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja di Auditorium Gedung SGLC Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (19/11).
Dia mendorong agar pemerintah daerah bisa memaksimalkan upaya menggaet wisatawan mancanegara yang dapat meningkatkan pendapatan negara. "Dibutuhkan terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen," ujar Airlangga.
Untuk mengatasinya, Airlangga menilai perlu adanya dorongan untuk meningkatkan capaian kapasitas fasilitas yang ada. Misalnya melalui peningkatan layanan di destinasi unggulan di sekitar wilayah Jogja seperti Candi Borobudur di Magelang. "Mungkin ada beberapa kegiatan yang bisa didorong agar fasilitas yang sudah dibangun ini tidak under capacity. Itu juga salah satu karena pariwisata ini adalah quick win," tegas Airlangga.
Ia juga menyampaikan jumlah kunjungan turis mancanegara di beberapa negara di sekitar Indonesia. Di Thailand, jumlah turis yang masuk bisa menyentuh angka 40 juta dalam satu tahun. Sementara itu Vietnam dikunjungi 24 juta dan Malaysia didatangi 17 jutaan turis. "Tinggal yang ke Indonesia ini masih sekitar, sekarang 12 jutaan. Jadi ini masih agak tertinggal di sana," jelasnya.
Kunjungan wisatawan mancanegara itu, lanjutnya, meningkatkan devisa negara. Misalnya banyaknya turis Australia yang berkunjung ke Bali hingga mencapai sekitar 1,5 juta per tahun.
"Australia datang ke Bali 1,5 juta orang dan dia spending sekitar 4.000 dolar. Jadi, dari situ saja bisa mendapatkan sekitar 6-8 juta (dolar) dari turisme," tegasnya.
Karenanya, dari pandangan Airlangga perlu adanya dorongan agar devisa Indonesia bisa meningkat. Di sektor wisata, upaya untuk meningkatkan kunjungan turis bisa digelar dengan memperbanyak event. "Event-nya harus dibuat lebih banyak," ucapnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo