JOGJA - Ambisi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menertibkan becak motor (bentor) mulai diwacanakan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo diketahui bakal mengusulkan anggaran pembelian mesin listrik agar bisa dibenamkan pada bentor.
Hasto mengatakan, anggaran yang diusulkan mencapai Rp 10 miliar.
Jumlah itu untuk pembelian 1.000 unit mesin listrik.
Sehingga satu unit mesin listrik kemungkinan dialokasikan sebesar Rp 10 juta.
Perihal sumber anggaran, dia menjelaskan ada dua kemungkinan. Pertama bisa bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), lalu kedua dari dana keistimewaan (danais).
“Nanti baru dirembuk di tahun 2026, mudah-mudahan disetujui semua pihak,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Selasa (18/11/2025).
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menegaskan, anggaran yang diusulkan oleh pemkot bukan untuk pembelian unit bentrik baru.
Namun lebih kepada menjaring bentor yang sudah ada, lalu dihibahkan mesin bertenaga listrik.
Hasto menjelaskan, usulan mengubah bentor menjadi becak listrik (bentrik) itu untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah provinsi (pemprov).
Sekaligus implementasi dari SE Wali Kota Yogyakarta Nomor 100.3.4/3744 tahun 2025 tentang Larangan Operasional Kendaraan Bermotor Roda Tiga sebagai Angkutan Penumpang Umum.
“Karena alangkah indahnya jika kita punya becak yang sekarang ada, namun suaranya tidak bising,” harapnya.
Sementara untuk menindaklanjuti larangan dan penertiban operasional bentor, Hasto mengaku, akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY.
Sebab bentor merupakan salah satu moda transportasi lintas wilayah.
Oleh karena itu, dia berharap ada petunjuk dari gubernur perihal implementasi kebijakan tersebut.
Termasuk adanya aturan bagi kabupaten lain di DIY untuk pelarangan kendaraan bermotor roda tiga sebagai angkutan penumpang.
“Kami menunggu petunjuk dari provinsi nanti, karena ini menyangkut masalah lintas kabupaten dan kota, ungkap Hasto. (inu)
Editor : Meitika Candra Lantiva