Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Lonjakan Sampah Libur Nataru, Pemkot Jogja Bergantung pada TPST Piyungan

Iwan Nurwanto • Selasa, 18 November 2025 | 16:10 WIB
DIBUKA LAGI: Kondisi TPST Piyungan pasca-penutupan. DLHK DIY memperbolehkan daerah Kartamantul mengevakuasi sampah ke TPST Piyungan. Dengan syarat dalam kondisi darurat.
DIBUKA LAGI: Kondisi TPST Piyungan pasca-penutupan. DLHK DIY memperbolehkan daerah Kartamantul mengevakuasi sampah ke TPST Piyungan. Dengan syarat dalam kondisi darurat.

 

 

JOGJA – Pemkot Jogja tampaknya masih mengandalkan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan sebagai antisipasi sampah di musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya negosiasi sudah dibuka kembali dengan Pemprov DIJ.

Hal itu diakui Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. Dia menyebut, pemkot sudah bersurat ke pemprov agar dapat memberikan kuota pembuangan ke TPA Piyungan. Hasilnya, Kota Jogja diberikan jatah 1.500 ton pembuangan hingga akhir tahun mendatang.

Hasto mengaku, pihaknya akan memaksimalkan kuota tersebut untuk musim libur panjang. Sehingga harapannya dapat mengantisipasi membludaknya depo imbas peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

“Supaya nanti pas nataru itu kami juga longgar, jadi dari sekarang sampai Desember itu kami akan memanfaatkan kuota sekitar 1.500 ton,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Senin (17/11).

Selain lewat upaya tersebut, Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar mengedukasi wisatawan mengelola sampah. Misalnya melalui petugas di Malioboro dan sektor usaha perhotelan.

Hasto berkomitmen, selama masa libur panjang nanti pemkot juga akan menambah jumlah tempat sampah di kawasan Malioboro. Sehingga sampah di titik penumpukan wisatawan itu bisa terkelola dengan baik.

“Jadi kami ke hotel-hotel, ke tempat-tempat wisata, sudah kami lakukan edukasi agar Malioboro bersih setiap saat,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menyatakan, kuota yang diberikan oleh TPA Piyungan dimaksimalkan dengan skema pembuangan mingguan. Yakni sebesar 300 ton per minggu.

Dia optimist dengan kuota yang diberikan pemprov bisa mengatasi produksi sampah libur nataru. Sebab peningkatan biasanya hanya berkisar 10 sampai 15 ton atau menjadi sekitar 315 ton per hari.

Baca Juga: Tak Terserap, BPBD Gunungkidul Siap Kembalikan Anggaran Bantuan Air Bersih Rp 237 Juta: Ini Alasannya..

Pemkot saat ini juga terus berupaya menggencarkan pemilahan sampah dari sumbernya. Yakni melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dan mengoptimalkan unit pengolahan sampah milik Pemkot Jogja.  “Ketika TPST Piyungan sudah ditutup untuk pembuangan, maka siap tidak siap harus dihadapi,” tegasnya. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#nataru #hasto wardoyo #Pemkot Jogja #Sampah #Malioboro #TPST Piyungan