Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keraton Jogja Sempat Mencekam, Ternyata Baru Dilakukan Simulasi dan Penanganan Kebakaran bagi Para Abdi Dalem

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 18 November 2025 | 04:02 WIB
Abdi dalem berlatih memadamkan api menggunakan selang bertekanan dalam simulasi Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di kompleks Keraton Jogja, kemarin  (17/11).
Abdi dalem berlatih memadamkan api menggunakan selang bertekanan dalam simulasi Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di kompleks Keraton Jogja, kemarin (17/11).

JOGJA - Suara sirine tanda kebakaran nyaring terdengar dari dalam kompleks Magangan, Keraton Jogja. Para abdi dalem berlarian, beberapa membawa korban yang terlihat meringis kesakitan, membawa tandu dan alat pemadam kebakaran. Suasana mencekam ini merupakan gambaran agenda Pelatihan Teknis Penanganan Kebakaran untuk Abdi Dalem Keraton Jogja, kemarin (17/11).

Saat simulasi berlangsung, situasi seakan benar-benar terjadi kebakaran. Para abdi dalem yang masih menggunakan pakaian Jawa berlarian untuk mengevakuasi pemeran yang seakan-akan menjadi korban kebakaran. Ada korban ibu hamil, laki-laki dengan kaki diperban dan sebagainya.

"Kita bukan hanya sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman api, tetapi sedang mengukir peran baru sebagai benteng terakhir dari warisan budaya yang tak ternilai harganya. Bukan hanya bagi Jogja, tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia dan dunia," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata saat ditemui pasca simulasi di Kompleks Magangan, Keraton Jogja, kemarin (17/11).

Simulasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara BPBD DIY dengan Keraton Jogja. Hal itu dilakukan untuk antisipasi apabila ada bencana kebakaran di Keraton Jogja. Terlebih di dalam Keraton banyak berisi barang maupun dokumen bersejarah yang penting.

"Keraton Jogja ini merupakan cagar budaya hidup. Aset yang sangat mahal dan berarti bagi kita semua, termasuk ini merupakan warisan dunia yang tak ternilai," bebernya.

Pelatihan juga melibatkan Tim Damkarmat Kota Jogja dan beberapa pihak terkait lainnya. Abdi dalem yang dilibatkan dalam agenda itu berjumlah 80 orang yang dilatih untuk menangani kebakaran di Keraton Jogja.

"Harapannya dengan adanya pelatihan ini, abdi dalem bisa melakukan kesiapsiagaan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Terdapat tiga materi yang diberikan dalam pelatihan yang tidak hanya berfokus pada asepk teknis, tetapi juga pembangunan karakter tangguh bencana. Pilar pertama pengetahuan kognitif kaitannya dengan pemahaman teori segitiga api, klasifikasi bahan bakar dan identifikasi titik rawan bahaya kebakaran.

"Ada pengetahuan lingkungan Keraton Jogja yang unik dan spesifik, kemudian keterampilan psikomotorik yang terasa," jelasnya.

Kemudian terkait praktik penggunaan alat pemadam api ringan, pemadaman dengan karung basah dan teknik evakuasi korban. Terakhir pembentukan sikap dan mental siaga.

Selain pelatihan penanganan bencana kebakaran, Ruruh, sapaan akrabnya, juga akan mengagendakan pelatihan kebencanaan lain seperti gempa bumi, hindrometeorologi hingga erupsi. Mengingat wilayah DIY termasuk daerah yang berpotensi tinggi terjadi bencana itu.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Sri Danardana Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu yang juga ikut menyaksikan pelatihan ini mengatakan, pelatihan untuk memastikan aset dan barang-barang keraton bisa dievakuasi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan.

Selain itu, materi pelatihan juga diperlukan mengingat abdi dalem di Keraton Jogja merupakan kategori usia lanjut. "Karena Keraton Jogja aksesnya sangat susah nggih. Kalau amit-amit ada kejadian di dalam cepuri, itu kan kendaraan pemadam juga tidak bisa masuk," ujar putri raja dengan nama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurabra Juwita itu.

Putri keempat Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dan GKR Hemas itu menyampaikan, dengan pelatihan diharapkan para abdi dalem bisa persiapan dan mengetahui cara melakukan evakuasi dan penanganan bencana. Ia menilai banyak barang di dalam Keraton Jogja yang tinggi nilai sejarah dan tidak bisa tergantikan. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #GKR HEMAS #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #cagar budaya #Sultan Hamengku Bawono Ka 10 #keraton jogja #Abdi Dalem #Gusti Kanjeng Ratu #Gusti Raden Ajeng