RADAR JOGJA - Banyaknya nasihat dan kebiasaan yang diwariskan oleh orang tua zaman dahulu secara turun temurun dalam hal kesehatan, sering kali menimbulkan kesalahpahaman di kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, tidak semua nasihat itu benar secara medis.
Beberapa nasihat itu justru berasal dari mitos yang telah mengakar di masyarakat.
Meski zaman sudah modern, mitos kesehatan tetap populer di tengah masyarakat.
Berikut ini beberapa contohnya beserta fakta ilmiahnya:
1. Bintitan
Sebagian orang yang meyakini bahwa bintitan muncul karena mengintip orang mandi.
Padahal, bintitan terjadi akibat infeksi kelenjar di kelopak mata, karena kotoran dan bakteri.
Rutin menjaga kebersihan wajah dan tangan adalah cara paling efektif untuk mencegah bintitan.
2. Telur
Mengonsumsi telur secara berlebihan dipercaya akan menyebabkan bisul, hal ini adalah mitos.
Tumbuhnya bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan telur.
3. Air Es
Kita sering mendengar bahwa air es tidak boleh dikonsumsi jika sedang diet, karena dipercaya dapat menaikkan berat badan.
Sesungguhnya hal tersebut adalah mitos, karena pada dasarnya air es mempunyai nol kalori.
Selain itu mitos lainnya adalah ketika haid perempuan dilarang minum es, karena dapat mengakibatkan bekunya darah haid.
Faktanya, suhu air yang diminum tidak memiliki pengaruh terhadap aliran darah menstruasi.
4. Cacar
Banyak orang menganggap penyakit ini menular ketika akan sembuh.
Secara medis, virus penyebab cacar akan menular satu hingga dua hari sebelum ruam pertama kali muncul di kulit, yaitu saat gejala awal seperti demam atau lemas mulai dirasakan.
5. Tidak boleh mandi ketika flu
Saat flu menyerang tidak sedikit orang yang enggan untuk menghindari mandi dengan alasan takut kondisinya akan semakin parah.
Namun, faktanya, mandi menggunakan air hangat justru bermanfaat untuk mengurangi pegal-pegal, melancarkan sirkulasi darah, dan membantu melegakan pernapasan.
Dalam era digital seperti sekarang ini, penting untuk menepis mitos kesehatan agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat.
Setiap nasihat dan kebiasaan perlu diperiksa kembali kebenarannya melalui sumber medis yang dapat dipercaya.
Sebab, menjaga kesehatan perlu dilandasi dengan ilmu pengetahuan, bukan sekadar kepercayaan turun-temurun. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva