Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

La Nina Mulai Melemah hingga 2026, BMKG Prediksi Hujan Lebat Berkepanjangan

Iwan Nurwanto • Jumat, 14 November 2025 | 04:15 WIB

 

KEMARAU BASAH: Pesepeda melintas saat hujan mengguyur kawasan Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja Selasa (16/9).
KEMARAU BASAH: Pesepeda melintas saat hujan mengguyur kawasan Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja Selasa (16/9).

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan potensi hujan dengan intensitas lebat yang terjadi berkepanjangan. Terkhusus selama November hingga Februari tahun depan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, berdasar analisa dinamika atmosfer dan laut ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan hujan.

Misalnya La Nina lemah yang bertahan hingga bulan kedua tahun 2026.

Kondisi itu dapat terindikasi dari suhu muka air laut di Samudera Pasifik timur yang lebih dingin dari normalnya.

Sehingga dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.

“Musim hujan 2025/2026 di DIY telah diprediksi dimulai pada dasarian dari Oktober, dengan durasi antara 16 hingga 24 dasarian,” ujar Reni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/11/2025).

 Baca Juga: Lahan Pertanian di Wonoroto Terendam Banjir selama Sebulan, Petani Keluhkan Cabai Membusuk dan Harga Jual Anjlok

Selain faktor La Nina lemah, peningkatan curah hujan juga dipengaruhi Dipole Mode Indeks (DMI) berada pada kategori negatif.

Kondisi tersebut membuat kondisi di Samudra Hindia bagian timur menghangat dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Di samping itu, angin baratan atau Monsun Asia juga telah mulai aktif dengan membawa massa uap air dari benua Asia ke wilayah Indonesia.

Selain itu, Madden Julian Oscillation (MJO) juga membuat gelombang atmosfer pemicu hujan aktif di wilayah Indonesia bagian timur.

“Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari dan Februari tahun 2026,” jelas Reni.

Melihat berbagai kondisi tersebut, dia meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif.

Terkhusus pada wilayah yang rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Selain itu, bagi wilayah permukiman juga diimbau melakukan pembersihan saluran air agar mengantisipasi sumbatan dan banjir. 

Sementara bagi petani diminta untuk menyesuaikan pola tanam sesuai dengan prediksi musim penghujan.

“Penting juga untuk melakukan penguatan infrastruktur, seperti memangkas dahan pohon yang lapuk dan memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan raya,” imbaunya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Hujan lebat #berkepanjangan #La nina #melemah