Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja I Dewa Putu Adhi Yogana Dukung Program Pendampingan Digitalisasi Usaha

Iwan Nurwanto • Rabu, 12 November 2025 | 14:30 WIB

 

 

46 UMKM Kota Jogja Pameran di Mal, Kenalkan Fesyen, Kerajinan Kain Perca hingga Wayang Uwuh.
46 UMKM Kota Jogja Pameran di Mal, Kenalkan Fesyen, Kerajinan Kain Perca hingga Wayang Uwuh.

JOGJA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tengah menghadapi dinamika pasar yang kian kompetitif. Oleh karena itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja I Dewa Putu Adhi Yogana menyebut, program digitalisasi adalah solusi strategis yang harus difokuskan oleh pemerintah kota.

Dewa menekankan, digitalisasi bukan hanya tren. Namun menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku usaha kecil dapat bertahan dan naik kelas. Sebab dengan sentuhan digitalisasi, akan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar hingga skala internasional.

“Dengan go digital, mereka dapat menaikkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Dewa kepada Radar Jogja Selasa (11/11).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, langkah digitalisasi harus dimaknai lebih dari sekadar mengadopsi satu aplikasi atau platform. Namun lebih kepada transformasi menyeluruh. Menyentuh aspek efisiensi operasional dan membuka peluang bisnis baru.

“Sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan memungkinkan UMKM untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif,” tambahnya.

Dengan digitalisasi, pelaku usaha dapat bekerja lebih efisien. Sebab manajemen stok hingga transaksi keuangan dilakukan secara digital. “Mengurangi potensi human error,” ucapnya.

Dia pun menekankan tentang pentingnya peningkatan literasi digital. Sebab menurutnya, sampai saat ini masih banyak pelaku UMKM yang minim pemahaman digital. Di sini, pemkot bisa hadir untuk menyediakan pelatihan yang fokus pada pemasaran digital, branding produk, dan pembuatan konten.

Selain itu, pemerintah bisa memastikan pelaku UMKM mudah mendapatkan akses ke perbankan atau skema pembiayaan lain untuk investasi teknologi.  “Kami berharap ada kebijakan yang bijak agar digitalisasi UMKM benar-benar membawa kemaslahatan, bukan kekhawatiran,” tegasnya.

Dewa menyatakan, fokus Komisi B dalam pengembangan UMKM bukan hanya bergulir pada peningkatan pendapatan usaha kecil. Namun juga menjadi salah satu upaya pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri. 

Sebab nantinya, para pelaku usaha tidak lagi bergantung pada bantuan jangka pendek. Namun akan mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk pertumbuhan berkelanjutan. Sekaligus membuat para pelaku UMKM dapat bersaing di pasar yang lebih besar.

“Jika SDM-nya mandiri dan melek digital, UMKM kita akan menjadi benteng ketahanan ekonomi,” tegasnya. (*/inu/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pelaku usaha #dprd kota jogja #pelaku umkm #Usaha Mikor Kecil dan Menengah #digitalisasi #I Dewa Putu Adhi Yogana #platform #digital #UMKM #pelaku