YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP–TNI) bersama sejumlah tokoh dan masyarakat Yogyakarta menggelar ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Senin (10/11).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para purnawirawan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat keprajuritan dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Ziarah dipusatkan di makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, sosok yang menjadi simbol keteladanan bagi prajurit TNI.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh: Soeharto Hingga Marsinah
Ketua FPP TNI DIY Marsma TNI (Purn) Firdaus Syamsuddin mengatakan, peringatan Hari Pahlawan harus dimaknai bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tetapi juga sebagai refleksi moral untuk menegakkan nilai-nilai kejuangan dan menjaga kedaulatan negara.
“Semangat para pahlawan harus kita hidupkan kembali dalam bentuk kesetiaan terhadap konstitusi dan keberpihakan kepada rakyat. Kami para purnawirawan merasa terpanggil untuk mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai,” ujar Firdaus usai upacara ziarah.
Dalam kesempatan itu, FPP–TNI juga menyampaikan pernyataan sikap nasional berjudul “Menggugah Jiwa Keprajuritan, Meneguhkan Kesetiaan kepada Bangsa dan Negara.”
Baca Juga: Waspada! BMKG Deteksi Topan Fung Wong di Yogyakarta, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat
Melalui pernyataan tersebut, FPP–TNI menyerukan kepada seluruh anak bangsa untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan, terutama nilai kesetiaan terhadap negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Para purnawirawan juga mengingatkan penyelenggara negara agar berpegang teguh pada amanat konstitusi, menegakkan keadilan, serta mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap hukum dan lembaga negara.
Firdaus menegaskan, forum purnawirawan menolak segala bentuk penyimpangan konstitusi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran etika bernegara.
“Kami berpandangan bahwa setiap pelanggaran terhadap konstitusi adalah bentuk pengkhianatan terhadap pengorbanan para pahlawan yang telah menegakkan kemerdekaan bangsa ini,” tegasnya.
Selain menyampaikan pandangan umum, FPP–TNI juga menegaskan tiga tuntutan utama yang disebut sebagai tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara. Tiga poin itu adalah mendesak pengadilan terhadap Presiden Joko Widodo atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan.
Kemudian meminta pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka karena dinilai mencederai konstitusi dalam proses pencalonannya. Juga menuntut reformasi total terhadap institusi Polri agar kembali pada fungsi utamanya sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
Baca Juga: Menikmati Sensasi Pedas Otentik di Penyetan Sedep Mantep, Kuliner Wajib Coba di Jogja
Firdaus menyebut, sikap tersebut bukanlah bentuk perlawanan politik, melainkan panggilan moral dari para purnawirawan untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan rakyat.
“Kami lahir dari rahim perjuangan. Setiap langkah kami dilandasi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Karena itu, kami wajib bersuara ketika melihat arah negara mulai menjauh dari cita-cita kemerdekaan,” tandasnya.
Dalam penutup pernyataannya, FPP–TNI menegaskan komitmen untuk tetap setia kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Forum juga mengingatkan bahwa pengkhianatan terhadap konstitusi sama artinya dengan pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan.
Lourenso Aditya MG 9
Editor : Heru Pratomo