Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Darurat Sampah Jogja, Depo Argolubang Menggunung Dua Pekan, Penggerobak Desak Pengangkutan

Iwan Nurwanto • Senin, 10 November 2025 | 19:32 WIB

 

Kondisi Depo Argolubang yang penuh gunungan sampah pada Senin (10/11/2025).
Kondisi Depo Argolubang yang penuh gunungan sampah pada Senin (10/11/2025).

JOGJA - Permasalahan sampah di Kota Jogja kembali memanas. Hal tersebut tampak dari kondisi depo Argolubang yang menggunung. Bahkan pengelola pun terpaksa menutup pembuangan.

Pantauan Radar Jogja pada Senin (10/11/2025), kondisi Depo Argolubang sudah sangat memprihatinkan. Tumpukan sudah hampir menyentuh atap depo. Bahkan beberapa di antaranya meluber ke jalan.

Salah satu penggerobak, Yudi mengatakan kondisi depo Argolubang yang overload sudah berlangsung selama dua pekan terakhir. Hal tersebut dapat terjadi karena kesenjangan antara pengelolaan sampah dengan volume sampah harian.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja dalam sehari hanya mengerahkan satu unit truk untuk mengangkut sampah di depo Argolubang. Sementara sampah yang masuk melampaui kemampuan truk.

“Sampah Kota Jogja itu 320 ton per hari. Sementara kemampuan pengelolaan Pemkot cuma 200 ton, jadinya ya numpuk di depo,” ujar Yudi saat ditemui.

Penggerobak yang bertugas di wilayah kelurahan Baciro, Gondokusuman ini mengaku, kondisi depo yang selalu penuh juga menjadi kendala sendiri bagi pihaknya. Pasalnya, keluhan dari masyarakat yang menjadi pelanggan pasti akan langsung disampaikan kepada penggerobak.

Padahal, kata Yudi, tanggung jawab pengelolaan depo sejatinya dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, dia berharap agar pemerintah kota (pemkot) bisa segera melakukan pengosongan kembali depo.

“Harapannya cepat diangkut supaya bersih kembali.” bebernya.

Salah seorang petugas depo yang enggan disebut identitasnya menyatakan, jika depo Argolubang tidak segera dilakukan pengosongan maka pengelola akan menutup sementara depo. Sebab jika pembuangan terus dilanjutkan, khawatirnya dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Pantai Sanglen, Surga Baru untuk Camping dan Menyepi di Gunungkidul

Ya, Depo Argolubang memang terletak pada salah satu jalan protokol menuju Stasiun Lempuyangan. Selain itu, bangunan depo juga berdekatan dengan SPBU. Sehingga menjadi akses bagi banyak pengguna jalan.

“Ini memang rencana mau ditutup, takut masyarakat terganggu,” ungkap petugas depo tersebut.

Radar jogja telah berupaya mengkonfirmasi Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq dan Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko perihal kondisi Depo Argolubang. Namun keduanya belum memberi tanggapan. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#depo sampah #darurat sampah #Kota Jogja #darurat sampah jogja