JOGJA - Memasuki usia 42 tahun, SMPN 16 Yogyakarta disebut memiliki potensi untuk menjadi sekolah unggulan. Terlebih dengan program kerja sama Sister City yang sudah dilakukan sekolah.
“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini anak-anak SMP Negeri 16 terbiasa berkolaborasi dengan negara lain. Saya memang sudah menargetkan sekolah ini menjadi sekolah unggulan,” sebut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Jumat (7/11).
Hasto pun menginatkan soal pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Ia menyatakan siap mendukung program pembelajaran berbagai bahasa, termasuk bahasa Portugis.
“Kalau pemerintah pusat menghendaki pengembangan bahasa Portugis atau bahasa lain, kami siap. Tidak hanya bahasa Inggris, tapi juga bahasa lain akan sangat baik jika diajarkan,” ujarnya.
Hasto mengaku, pemerintah kota akan mendukung peningkatan pendidikan. Namun dia juga meminta agar sekolah bisa turut membenahi kualias sumber daya manusia. Serta memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.
Sebagai bagian dari program sekolah tunas unggul dan pekan kreativitas siswa bertajuk 'Langkah Pembaharu, Generasi Maju', SMPN 16 Yogyakarta juga turut menampilkan beberapa kebudayaan tradisional seperti karawitan, geguritan, dan tarian klasik. Selain sebagai perayaan HUT, program ini juga ditujukan sebagai wujud dukungan pengembangan budaya dan talenta seni siswa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 16 Yogyakarta Sujiyana menyebut, sekolahnya masih berupaya menjadi sekolah unggulan. Terlebih dengan adanya tambahan jam pelajaran untuk bahasa Jawa dan Inggris. (mg/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita