JOGJA - Program SiBakul Jogja dan Gratis Ongkir yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM DIY diakui memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Inovasi yang digulirkan semasa Srie Nurkyatsiwi menjabat kepala dinas koperasi dan UKM DIY itu di berkontribusi nyata bagi perkembangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di DIY.
Atas peran itu, Siwi sapaan akrab Srie Nurkyatsiwi, mendapatkan apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY. Ibu dua putri itu memperoleh piagam penghargaan. “Kami sampaikan selamat,” ujar Ketua Umum Kadin DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi saat menyerahkan piagam penghargaan di sela Musda IX Kadin DIY di Grha Pradipta (JEC) Jogja pada Sabtu (8/11).
Siwi menerima piagam penghargaan berkop Kadin DIY nomor 095/KU/K/DIY/XI/2025 tertanggal 8 November 2025. Ditandatangani Gusti Mangkubumi sebagai ketua umum Kadin DIY.
Selama memimpin dinas koperasi dan UKM, Siwi dinilai telah menjalin kerja sama dan sinergi dengan Kadin DIY. Khususnya, mendukung pelaksanaan program-program pengembangan dunia usaha dan industri di DIY selama periode 2020-2025.
Selain Siwi, penghargaan serupa diterima dua orang koleganya. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Aria Nugrahadi serta Yuna Pancawati yang pernah menjabat kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) DIY.
Kini Aria berpindah tugas menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY. Sedangkan Yuna promosi sebagai kepala dinas perindustrian dan perdagangan DIY. Sama seperti Aria, saat ini Siwi menjabat Asisten Administrasi Umum Setda DIY.
Menanggapi piagam penghargaan dari Kadin DIY itu, Siwi mengucapkan terima kasih. Menurut dia, apresiasi tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kerja kolaboratif yang selama ini dilakukan lintas lembaga.
"Sampai sekarang saya masih berkomitmen membangun DIY melalui koperasi atau UMKM. Tidak bisa sendiri, maka lembaga seperti Kadin menjadi mitra strategis," ucap Siwi.
Diingatkan, penghargaan tersebut bukan tujuan utama. Namun menjadi semangat untuk terus memperkuat pembinaan terhadap UMKM. “Apresiasi ini jangan dilihat dari satu aspek. Tapi bagaimana dampaknya. Multiplier effect-nya," ingat birokrat perempuan asal Banyurejo, Tempel, Sleman ini.
Siwi mengakui, UMKM memiliki peranan besar dalam menopang perekonomian daerah. Terutama seperti sektor kuliner, kriya, dan fesyen yang mendominasi di DIY. Karena itu, dia mewanti-wanti para pelaku UMKM tidak berhenti berinovasi. Beradaptasi terhadap perubahan pasar. "UMKM jangan pernah merasa sudah settle atau aman. Harus terus melihat peluang, dinamika dan tantangan pasar," ulas Siwi dengan nada serius.
Mantan Pj bupati Kulon Progo itu mengakui, pentingnya peran Kadin DIY sebagai mitra strategis bagi UMKM. Khususnya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, akses pembiayaan, dan digitalisasi usaha.
“Selama ini kami sudah bersinergi dengan Kadin dalam menciptakan percepatan digitalisasi UMKM. Ingat, tanpa digitalisasi, pelaku usaha bakal ketinggalan," papar pejabat yang berulang tahun saban 12 Juni ini.
Di tempat sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Mulyono bertekad melanjutkan program inovatif seperti SiBakul Jogja. Semasa program itu diluncurkan Agus menjabat sekretaris Dinas Koperasi dan UKM DIY. Dia ikut terlibat aktif merancang aplikasi SiBakul Jogja. Mulai pendataan UMKM omset, aset, maupun jenis usahanya.
Jumlah UMKM se-DIY lebih dari 366 ribu. Melalui SiBakul Jogja, pelaku UMKM terbagi berdasarkan kategori dan kelas pembinaan. Tujuannya, agar mereka berkembang secara berkelanjutan.
“Kami adakan pembinaan UMKM sesuai klasterisasi agar semakin cepat bisa naik kelas," jelasnya. Soal fasilitas Gratis Ongkir, terang Agus, menjadi bagian dari program SiBakul Jogja. Fasilitasi itu terbukti ikut mendorong peningkatan pemasaran produk UMKM. (iza/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita