Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalam Kudus Fair 2025 Perkuat Implementasi Mas Jos. Tanamkan Kesadaran Siswa Kelola Sampah sejak Dini

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 9 November 2025 | 06:17 WIB

PRAKTIK NYATA: Sekretaris Disdikpora Kota Jogja Agus Trimadi (baju putih bertopi, Red) memerhatikan sejumlah karya siswa yang dipamerkan dalam Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Kalam Kudus Fair
PRAKTIK NYATA: Sekretaris Disdikpora Kota Jogja Agus Trimadi (baju putih bertopi, Red) memerhatikan sejumlah karya siswa yang dipamerkan dalam Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Kalam Kudus Fair

JOGJA - Menanamkan kesadaran mengelola sampah secara mandiri ke pelajar sejak dini terus dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja. Itu sebagai bagian dari memperkuat implementasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah alias Mas Jos dan Gerakan Reresik Sekolah yang dicanangkan Pemkot Jogja.


“Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai elemen,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Agus Trimadi saat memberikan sambutan dalam acara Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Kalam Kudus Fair 2025 di Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogjakarta Jalan Jambon, Kricak, Tegalrejo, Jogja, Sabtu (8/11).


Menurut Agus, contoh nyata dari itu seperti terlihat di Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogjakarta. Kegiatan bertajuk “Berinovasi, Berprestasi dan Bersinar bagi Jogjakarta” bukan hanya pamer prestasi semata. Lebih dari itu, menjadi ruang hidup, penuh gotong royong dan kesadaran peduli terhadap lingkungan.


Kepada para pelajar dan pemuda, Agus berpesan, agar dapat mempraktikkan tiga hal. Itu selaras dengan amanat Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. Agus kemudian menyampaikan tiga hal itu. “Inovasi dan berkarya. Kepedulian lingkungan, serta etika dan karakter,” ucapnya mengutip amanat wali kota.


Dia mengapresiasi peran lembaga pendidikan swasta karena telah berkontribusi nyata membangun kesadaran siswa mengelola sampah secara mandiri. Itu semua tercermin melalui Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Kalam Kudus Fair 2025.


“Kami juga menggerakkan pemuda-pemuda di Kota Jogja agar terlibat aktif dalam kegiatan bersih-bersih sekolah," katanya. Dia juga mengulas tema acara “Berinovasi, Berprestasi dan Bersinar bagi Jogjakarta”.


Tema itu menegaskan, setiap murid bukan hanya untuk belajar dan berkarya. Namun juga menghadirkan dampak melalui inovasi, prestasi, dan kesaksian hidup. Sebab, dunia pendidikan dan kehidupan modern menuntut generasi muda yang kreatif. Adaptif, dan berani mencoba hal-hal baru.


Semua inovasi dan prestasi tersebut bukan semata-mata untuk kemuliaan diri pribadi, melainkan untuk memuliakan Kristus. Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Kalam Kudus Fair 2025 meliputi tiga hal.


Pertama, sosialisasi program Mas Jos dan dilanjutkan Gerakan Reresik Sekolah. Ini merupakan aksi bersama mengelola sampah secara mandiri. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini serta mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.


Kedua, Gelar Pelajar Pemuda menjadi ajang bagi murid menampilkan kreativitas, prestasi, semangat kepemimpinan, dan nasionalisme. Bentuknya diwujudkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif.


Ketiga, Kalam Kudus Fair 2025 menjadi puncak dari rangkaian sejumlah kegiata. Di antaranya, menghadirkan pameran karya murid, bazar melibatkan 30 pelaku UMKM, donor darah, permainan ketangkasan dan berbagai pertunjukan menarik. Semua itu menggambarkan semangat inovatif dan kolaboratif dari seluruh civitas Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogjakarta.


Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Kalam Kudus Cabang Jogjakarta Kris Pujianto mengakui kolaborasi itu dibutuhkan bagi Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogjakarta. Melalui berbagai kegiatan itu, Kris ingin dapat membangun sebuah kesadaran. Perubahan menuju lingkungan dan generasi yang lebih baik dimulai dari langkah kecil.


“Dari sekolah dan para murid itu sendiri,” ungkapnya. Dia berharap kegiatan yang melibatkan banyak pihak itu bukan akhir. Sebaliknya, sebagai awal yang baik. “Menjalin kerja sama di masa yang akan datang," tandasnya. (ayu/kus)

Editor : Herpri Kartun
#Mas JOS #inovasi #Pemkot Jogja #Masyarakat Jogja Olah Sampah #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo