JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat lonjakan kasus influenza tipe A di wilayahnya selama dua pekan terakhir ini.
Kondisi cuaca yang tidak menentu dari panas ke hujan menjadi salah satu yang memengaruhi mutasi virus tersebut.
Ketua Tim Kerja Suveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Solikhin Dwi Ramtana mencatat 400 kasus influenza sejak 22 Oktober hingga 4 November 2025.
Jumlah itu diprediksi terus naik dengan kondisi musim pancaroba seperti saat ini.
Dia menyebut, sebelum memasuki musim pancaroba kasus influenza cenderung lebih banyak ditemukan tipe B. Namun kini lebih banyak tipe A.
“Dari surveilans di puskesmas, jenis influenza yang paling ditemukan kini bergeser dari tipe B Victoria ke tipe A,” ujar Sholikin saat ditemui di Balai Kota Jogja Timoho, Selasa (4/11/2025).
Adapun perbedaan utama influenza tipe A dengan B terletak pada kecepatan penularanya.
Influenza tipe A dapat menyebabkan pandemi karena bermutasi lebih cepat dan bisa menular dari hewan ke manusia.
Sedangkan influenza B hanya menyebar antarmanusia. Sehingga biasanya hanya menyebabkan wabah musiman yang lebih ringan.
Meskipun catatan kasus influenza tipe A cukup tinggi, Sholikin berharap agar masyarakat tidak khawatir.
Sebab saat ini, influenza cenderung merupakan jenis penyakit yang memiliki tingkat keparahan rendah.
Guna mengantisipasi terjadinya pandemi influenza A, dia meminta agar masyarakat menerapkan perotokol kesehatan seperti saat Covid-19 dengan menggunakan masker ketika sedang sakit. Hal ini agar tidak menularkan ke orang lain.
“Misalnya jika ada anggota keluarga yang terkena flu, hindari interaksi langsung agar tidak menular,” pesannya.
Sebelumnya, Ahli Epidemiologi dari Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (PKT UGM) dr Riris Andono Ahmad menyampaikan, musim pancaroba mempengaruhi daya tahan tubuh. Sehingga virus penyebab influenza bisa mudah menjangkit.
Riris menilai, virus influenza A tidak terlalu berbahaya di negara tropis. Namun berbeda kondisinya jika ditemui pada negara empat musim.
Lantaran di negara seperti Eropa, salah satu jenis penyakit infeksi saluran pernafasan itu bisa menyebabkan kematian.
Guna mencegah penularan virus influenza A, dia mengimbau agar masyarakat mengenali gejalanya.
Kemudian melakukan upaya pencegahan dengan meminimalisasi kontak dengan orang yang sehat agar virus tersebut tidak menjadi wabah.
“Gejala yang muncul umumnya meliputi demam tinggi, batuk kering, nyeri tenggorokan, sakit kepala, dan rasa lemas berkepanjangan,” beber Riris. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita