JOGJA - Konferensi Provinsi (Konprov) PWI DIY dilaksanakan pada Selasa (18/11) mendatang. Agenda utamanya memilih ketua PWI DIY masa jabatan 2025-2030. Sejalan dengan agenda itu, pendaftaran bakal calon ketua PWI DIY periode lima tahun ke depan resmi dibuka.
Pendaftaran berlangsung selama 13 hari di sekretariat PWI DIY Jalan Gambiran 45 Jogja. Setiap jam kerja pukul 09.00-16.00, mulai Senin (3/11) sampai dengan Sabtu (15/3).
“Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia melakukan verifikasi berkas selama dua hari dan mengumumkan calon tetap pada Senin 17 November 2025,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Konprov PWI DIY Widyo Suprayogi Selasa (4/11).
Widyo menjelaskan, setiap calon wajib memenuhi sejumlah persyaratan sesuai ketentuan organisasi. Di antaranya, calon ketua harus memiliki dukungan minimal lima pemilik suara. Sudah menjadi anggota biasa PWI sekurang-kurangnya selama lima tahun.
Calon ketua harus mengantongi sertifikat uji kompetensi wartawan (UKW) tingkat utama. Tidak sedang menjalani sanksi organisasi, memiliki integritas dan reputasi yang baik di mata anggota maupun masyarakat. Persyaratan lain mencakup pengalaman sebagai pengurus PWI di tingkat kabupaten/kota atau provinsi minimal satu periode penuh.
Panitia juga menekankan pentingnya netralitas dan profesionalisme calon ketua. Bagi mereka yang sedang menjabat sebagai pejabat politik atau pengurus partai politik (parpol) tidak diperkenankan mencalonkan diri. Formulir pendaftaran dan dukungan dapat diambil di Sekretariat PWI DIY mulai 3 November 2025.
Sekretaris Panitia Swasto Dayanto menambahkan, berkas pendaftaran harus dilengkapi dengan surat pernyataan kesediaan menjadi calon, fotokopi kartu tanda anggota (KTA) PWI, sertifikat UKW, serta dan pernyataan tidak sedang aktif di lembaga politik. “Kami ingin memastikan seluruh calon memenuhi kriteria profesional dan bebas dari kepentingan politik,” tegasnya.
Ketua PWI DIY Hudono berharap konprov berjalan dengan baik. Nerlangsung demokratis, transparan, dan kredibel demi kemajuan organisasi. “Teruma meningkatkan peningkatan profesionalisme wartawan di DIY,” harap Hudono. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita