JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat ada 17 titik pohon rawan tumbang yang tersebar di berbagai ruas jalan.
Masyarakat terutama pengguna jalan diimbau waspada bencana selama musim penghujan.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Rina Aryati Nugraha mengatakan, instansinya sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi kejadian pohon tumbang.
Salah satunya dengan menyiagakan tim khusus pemangkas pohon rawan tumbang.
Namun, tim khusus tersebut memiliki keterbasan dalam melakukan pemangkasan. Ini karena membutuhkan petugas khusus untuk melakukan pemotongan terutama terhadap pohon dengan kriteria tinggi melebihi sembilan meter.
“Selain itu, permohonan pemangkasan dari masyarakat juga cukup banyak. Sampai saat ini saja masih antre 39 permohonan, sehingga kami berikan skala prioritas,” katanya Senin (3/11/2025).
Adapun titik pohon rawan tumbang tersebar ada di berbagai ruas jalan. Meliputi Jalan DI Panjaitan, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Veteran, dan kawasan Jalan Sagan.
Kemudian, juga di Jalan Lempuyangan, Jalan Tunjung, Jalan Batikan, Jalan Sukonandi, Jalan Kapas, Jalan Cendana, Jalan Kenari, Jalan Gayam, Jalan Gayam, seputar kawasan Kotabaru, Jalan Gejayan, dan Jalan Tentara Pelajar.
“Ada juga Lapangan Minggiran dan Lapangan Sidokabul yang terdapat pohon rawan tumbang,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya potensi pohon tumbang pada belasan ruas jalan itu karena keberadaan pohon besar berusia tua.
Sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada karena bencana bisa datang sewaktu-waktu.
Selain itu, sebelumnya, Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Harry Purwanto juga meminta agar masyarakat mewaspadai aquaplaning. Yakni sebuah kondisi ketika kendaraan hilang kendali akibat melaju di atas genangan air.
Harry menyebut, upaya mencegah kecelakaan akibat aquaplaning bisa dilakukan dengan menghindari genangan air.
Serta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi ketika sedang terjadi hujan lebat.
Dia menambahkan, selain itu penting juga untuk memastikan alur ban kendaraan dalam kondisi baik selama musim hujan. Sebab aquaplaning biasanya disebabkan karena daya cengkram ban yang mulai berkurang.
“Jika sudah aus sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan ban selip saat melintasi genangan air,” jelas Harry. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita