JOGJA – Seiring pengelolaan resmi di bawah Pemkot Jogja, Lapangan Minggiran direncanakan akan ditata.
Salah satu alasannya, karena kondisi ruang publik itu yang memprihatinkan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, lapangan tersebut banyak tumpukan sampah. Dan beberapa titik sisa-sisa pembakaran. Ini menjadi pertimbangannya untuk menata ulang.
“Lapangan ini menurut saya kumuh dan kotor, masa alun-alun kok dianggap tempat buang sampah,” ujar Hasto di sela kegiatan kerja bakti di Lapangan Minggiran, Minggu (2/11/2025).
Pengelolaan Lapangan Minggiran oleh pemkot telah disetujui Pemprov DIJ setelah bersurat pada akhir September lalu.
Pemprov disebut menyetujui pengelolaan dengan sistem pinjam pakai hingga lima tahun ke depan.
Dengan begitu, pemkot akan menata lapangan di Kemantren Mantrijeron tersebut. Rencana penataan ditargetkan bisa terealisasi awal 2026.
Namun sebelum itu, ruang terbuka itu harus dalam kondisi bersih. Minimal tidak ada lagi aktivitas pembuangan maupun pembakaran sampah.
Hasto membeberkan, skema penataan Lapangan Minggiran nantinya juga akan menambah penerangan dan penghijauan.
Lalu juga dipasang kamera pengawas. Serta pengadaan empat titik biopori jumbo sebagai tempat pengolahan sampah organik.
Selain itu, optimalisasi pergola di Lapangan Minggiran juga akan dilakukan. Lantaran saat ini banyak disalahgunakan untuk memasang terpal lapak pedagang. Padahal sejatinya pergola berfungsi mendukung penghijauan.
“Nanti yang ada pergola-nya jangan dijadikan tempat jualan, kami tata ulang supaya rapi dan tetap mendukung kegiatan ekonomi warga,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemilik angkringan yang menggunakan pergola Lapangan Minggiran untuk memasang terpal bernama Susanti.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan penataan. Namun dia berharap ada bentuk ganti rugi karena pemasangan terpal memerlukan biaya.
Susanti menyebut, selama berdagang di Lapangan Minggiran dirinya sudah memiliki izin dari kelurahan.
Serta rutin membayar kas RW sebagai bentuk sewa lapak. Selain itu, dia mengklaim para pedagang juga telah membantu menjaga kebersihan serta menyediakan tempat sampah di masing-masing lapak.
“Jika memang ditata, kami para penjual berharap ada kepastian tempat dan ditata dengan baik supaya bisa tetap berjualan dengan tertib,” harapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita