JOGJA - Menjelang musim penghujan seperti sekarang potensi bencana hidrometeorologi terus meningkat.
Upaya antisipasi kejadian baliho roboh pun mulai dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja.
Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat mengatakan, sejak memasuki musim hujan pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap konstruksi baliho.
Namun pengecekan memang hanya sebatas visual.
Baca Juga: Prediksi Augsburg vs Borussia Dortmund Bundesliga Sabtu 1 November Kick Off 02.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
“Kalau memang dicermati ada yang rawan roboh selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait dan pemilik baliho,” ujar Octo saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (31/10/2025).
Mantan Kabag Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja itu mengungkap, selama periode pengawasan pihaknya menemukan empat titik baliho rawan roboh atau membahayakan pengguna jalan.
Satu di antaranya sudah dibongkar paksa.
Baca Juga: Ramai Isu Pertalite Bercampur Etanol Bikin Motor Brebet, Begini Kata Pakar dan Akademisi UGM
Adapun untuk tiga titik baliho rawan roboh yang masih berdiri satu berada di Jalan Kusumanegara tepatnya di Simpang Glagahsari karena kondisi konten iklannya hampir lepas.
Kemudian satu titik di Jalan Mas Suharto, Danurejan tepatnya di sudut selatan barat Jalan Hayam Wuruk dengan kondisi kurang terawat.
Baca Juga: Pesta Jajanan Kekinian Berlangsung di Teras Malioboro hingga 2 November 2025
Selain itu, Satpol PP juga menemukan satu titik baliho rawan roboh di Jalan Mayjend Sutoyo, Mantrijeron tepatnya di timur pos polisi dengan baliho kondisi lapuk.
Untuk dua titik baliho di Jalan Mas Suharto dan Jalan Mayjend Sutoyo sudah ditindaklanjuti petugas dengan pemberian surat peringatan pembongkaran kepada pemilik baliho.
Baca Juga: DIY Belum Punya Perda Larangan Peredaran Daging Anjing, Tidak Bisa Lakukan Penindakan, Hanya Himbauan
“Satu titik lagi baliho rawan roboh ada di timur RSUD, tapi sudah kami bongkar,” ungkap Octo.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Warjono menyampaikan, selama masa pancaroba di bulan Oktober-November potensi angin kencang diprediksi meningkat.
Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah daerah diminta untuk waspada.
Baca Juga: Guru Bantul Nilai Usulan Bahasa Portugis Perlu Kajian Matang
Selain itu, selama masa pancaroba potensi cuaca ekstrem juga bisa terjadi sewaktu-waktu.
Apalagi di wilayah rawan terdampak bencana angin kencang seperti Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul bagian utara.
Dia pun menghimbau, agar wilayah rawan bencana hidrometeorologi mulai mewaspadai banjir, longsor, pohon tumbang, dan genangan air.
Serta harus menghindari kebiasaan berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
Baca Juga: Cara Pelatih Persik, Ong Kim Swee Incar Kemenangan dari PSIM Jogja: Jangan Biarkan Mereka Menguasai Irama Permainan
“Periksa kondisi atap, talang air, dan listrik rumah untuk mencegah kebocoran maupun korsleting,” imbuh Warjono. (inu)