JOGJA - Dua proyek saluran air hujan (SAH) di Kota Jogja mengalami kendala. Di antaranya SAH di Jalan Soepomo dan Jalan Karangsari.
Kondisi itu berdampak pada kurang optimalnya antisipasi genangan air ketika memasuki musim penghujan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Rahmawan Kurniadi mengatakan, SAH di Jalan Soepomo mengalami kendala teknis berupa banyaknya utilitas berupa pipa PDAM dan saluran limbah.
Sehingga perbaikannya pun kemungkinan tidak bisa secepatnya diselesaikan.
Sementara untuk SAH di Jalan Karangsari, sejatinya sudah dibangun pada tahun ini. Namun belum bisa optimal untuk mengatasi masalah genangan. Lantaran pekerjaannya harus dilanjutkan tahun depan.
“Karena keterbatasan anggaran, pekerjaan SAH Karangsari masih perlu lanjutan di 2026 untuk menuntaskan genangan,” ujar Rahmawan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (30/10/2025).
Meskipun begitu, DPUPKP Kota Jogja sudah memperbaiki beberapa SAH untuk menghadapi musim penghujan.
Di antaranya, SAH di Jalan Parangtritis, Jalan Kusumanegara, dan Jalan AM Sangaji dengan pembersihan sedimen dan pembangunan jebakan lumpur.
Selain itu juga dilakukan pembangunan SAH baru di tujuh titik. Meliputi Jalan Kyai Mojo, Jalan Langenastran Kidul, Jalan Karangsari, Jalan Kemendungan, Jalan Tuntungan, Jalan Timoho 2/ Semaki, dan Jalan Soepomo.
“Untuk pembangunan SAH target kami selesai akhir tahun ini,” kata Rahmawan.
Sementara untuk titik rawan genangan, DPUPKP Kota Jogja mencatat ada lima ruas jalan yang perlu diwaspadai.
Meliputi Jalan Kusbini di sekitar Balai Yasa, Jalan Parangtritis di Simpang Jogokaryan, Jalan Menteri Supeno di simpang XT sampai Jalan Batikan sisi selatan, Kampung Iromejan, dan Jalan Atmosukarto.
Rahmawan menyatakan, genangan air di kampung Iromejan menjadi salah satu atensi penanganan karena di tengah wilayah permukiman.
Oleh karena itu, saat ini telah dipasang pintu air untuk mengatasi genangan air.
“Sudah kami tambahi pintu air untuk mengurangi atau menunda luapan sungai ke pemukiman," bebernya.
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro menyampaikan, DPUPKP harus memastikan aspek keamanan selama proyek pembangunan SAH. Sebab sempat ada kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian pelaksana proyek.
Adapun peristiwa itu terjadi pada 20 Oktober 2025 lalu. Di mana ada seorang pengendara sepeda motor yang terperosok ke dalam lubang proyek SAH di Jalan Kebun Raya. Sehingga mengalami luka dan kerusakan kendaraan.
Selain menekankan keamanan, Seno juga mengingatkan agar pelaksana proyek bisa memenuhi spesifikasi kontruksi. Sebab proyek SAH harus kuat dan bisa digunakan jangka panjang.
“Kualitas dan spesifikasi konstruksi harus sesuai perencanaan,” tegas Politisi Golkar itu. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita