JOGJA - Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) diproyeksikan akan rampung sepenuhnya di akhir 2026. Dari total 116,07 kilometer, menyisakan 5,30 kilometer jalan yang belum rampung digarap. Tepatnya di Kretek-Girijati atau sering disebut Luk Wolulas atau Kelok 18.
"Saat ini masih dalam proses konstruksi," ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Tri Murtoposidi dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (29/10).
Baca Juga: Belum Ada Perda dan Hanya SE, Sebabkan Perdagangan Daging Anjing di DIY Masih Marak
Di wilayah perbukitan ini, lanjutnya, jalan dibuat berkelok-kelok untuk menyesuaikan kontur alam. Hal itu agar kemiringan jalan tidak terlalu curam dan lebih aman dilalui oleh kendaraan. "Nah secara kebetulan jumlah kelok di ruas Parangtritis-Girijati berjumlah 18, sehingga muncul istilah Kelok 18 (Luk Wolulas)," bebernya.
Jalan tersebut, lanjutnya, akan menawarkan pemandangan dan panorama laut selatan. Dari ketinggian dapat terlihat pemandangan Pantai Parangtritis dan art lighting Jembatan Kretek dan Pandansimo. Kelok 18 juga akan dilengkapi dengan tempat istirahat mini. “Kapasitas mobil bisa lebih dari sepuluh, bisa untuk bus juga. Itu persis tepat di tengah, perbatasan Bantul dan Gunungkidul,” jelasnya.
Terlebih pembangunan infrastruktur di DIY saat ini tidak hanya berorientasi pada fungsi. Tetapi juga mengedepankan keindahan dan daya tarik wisata.
“Kami sudah mengarah ke infrastruktur yang tidak kaku,” ucapnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita