JOGJA – Kota Jogja terbukti memiliki pemuda-pemudi yang kreatif. Terbukti dalam Expo Karya Pemuda di Atrium Hall Galeria Mall tampil banyak kreasi anak muda Kota Jogja. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) itu untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda 2025.
Di antaranya di bidang pangan dan seni kreatif. Suamagista Menia Putri (25), juara pertama mempelopori bidang pangan Wilasaban Barat. Dalam meminimalisir kerugian hasil panen agar tidak terbuang percuma, pemberdayaan salah satunya dilakukan dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pemasaran hasil panennya melalui bekerja sama dengan berbagai restoran dan kafe di Yogyakarta.
“Kalau produksinya lumayan ya, karena kita lebih banyak, yang di sayuran, terutama kayak cabai, terus tomat. Rata-rata kalau sehari di atas 20 kilo per itemnya,” papar Suamagista, Selasa (28/10).
Meskipun begitu, dia masih memiliki tantangan, “Kan permasalahannya gimana cara panenan itu bisa tidak cuman dibuang. Jadi kita kan selain kita, gak mungkin sekadar kita beli untuk produksi di rumah kan.”
Sementara itu, di bidang seni pertunjukkan, penerima penghargaan Pemuda Pelopor tingkat kota, Inggit Muhammad (26) berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif, yakni teater jalan ambang. Pengembangan tersebut meliputi sekolah sanggar, pelatihan teater, juga kelas make up bagi para anggota.
“Saat ini kami memiliki 30 anggota aktif, kemudian kami juga telah memberdayakan banyak anak muda untuk ikut pentas-pentas, baik di pentas tingkat kemanteran ataupun tingkat kota Yogyakarta,” katanya.
Inggit melihat potensi anak muda dapat berdaya melalui bidang seni, terutama seni teater, apalagi mengingat fakta Yogyakarta terkenal dengan aspek seninya.
Selain itu, ia juga turut mempelopori bidang pariwisata yakni mengelola Kampung Wisata Cokrodi Ningratan yang beralamat di Keluragan Cokrodi Ningratan. “Kami ada paket wisata sekolah sungai, kemudian tour heritage building yang ada di Kampung Wisata Cokrodi Ningratan,” tuturnya.
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori menerangkan Expi Karya Pemuda adalah bagian fasilitas dari pemerintah kepada para alumnus program inkubasi kewirausahaan Yes Boss. Metode inkubasi yang dimaksudkan meliputi pelatihan, pendampingan berlanjut hingga para alumnus siap menjadi pengusaha mandiri.
“Harapannya sekali lagi kami ingin mencetak wira usaha mandiri yang nanti ke depannya dia juga menjadi mentor berikutnya bagi pengusaha-pengusaha baru yang akan mengikuti Yes Boss untuk tahun-tahun berikutnya,” paparnya.
(Salwa Mutia)