Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Founder Mandor Bantu Muhammad Ramdhan Reska Anung, Teladani Nilai Pesantren, Sukses Kembangkan Kontraktor Digital

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 04:06 WIB

 

NGALAP BAROKAH: Muhammad Ramdhan Reska Anung menjalankan bisnisnya dengan prinsip barokah dan amanah.
NGALAP BAROKAH: Muhammad Ramdhan Reska Anung menjalankan bisnisnya dengan prinsip barokah dan amanah.

JOGJA - Muhammad Ramdhan Reska Anung, santri lulusan Ponpes Al-Luqmaniyyah Umbulharjo, Kota Jogja membuktikan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan pesantren dapat menjadi pondasi kokoh. Khususnya dalam membangun kerajaan bisnis modern. Buktinya adalah Mandor Bantu, usaha kontraktor besutannya mendulang kesuksesan lewat media sosial.

 

Sebelum mendirikan Mandor Bantu, Ramdhan memang sudah lama berkecimpung di dunia kontraktor selama empat tahun. Namun Mandor Bantu sendiri baru didirikan kurang dari setahun.
Perbedaan utamanya adalah transisi dari metode konvensional ke dunia digital. Mandor Bantu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi tentang tahap-tahap membangun rumah atau usaha bangunan seperti kos.


Pria 31 tahun ini pun mengaku selalu menerapkan nilai-nilai kesantrian dalam usahanya. Dia pun merujuk langsung nama legal perusahaannya, yaitu PT/CV Berkah Amanah Pertama. Sebuah identitas santri yang erat dengan kedisiplinan dan ketekunan menjelma menjadi komitmen dalam menjalankan bisnis dengan prinsip barokah dan amanah.


"Kami yang terpenting itu berkah. Tentang bagaimana memberi keberkahan buat diri sendiri maupun orang lain. Dan keduanya tetap amanah," ujar Ramdhan kepada Radar Jogja, Kamis (23/10).


Nilai amanah dan barokah itu pun terbukti berdampak pada klien-klien Mandor Bantu yang puas dengan jasanya. Terutama dalam pengelolaan biaya yang akhirnya mempercayakan properti mereka untuk dilanjutkan dengan layanan manajemen kos miliknya.


Kesuksesan Mandor Bantu juga membuka jalan bagi usaha Ramdhan lainnya. Terkhusus di bidang properti dan hospitality. Lantaran dia juga mengelola properti kos di bawah merek Ningrat Smart Living dan Ningrat Co-Living yang memiliki ratusan kamar.


Tak hanya bisnis properti, Ramdhan juga merambah dunia kuliner dengan membuka bisnis food and beverages (F&B) yang diberi nama nama Sego Saduk Sambel Gejoh.


Ramdhan menjadi bukti bahwa seorang santri tidak hanya piawai dalam ilmu agama. Namun juga mampu beradaptasi dan berinovasi di dunia usaha yang serba digital. Sehingga menjadikannya inspirasi bagi generasi muda dalam memadukan spiritualitas dengan profesionalisme.


Namun meski sibuk berbisnis, dia tetap menjaga erat ikatan dengan komunitas santri. Terkhusus bersama lulusan Ponpes Darul Huda Mayak, Ponorogo yang menjadi tempat menimba ilmu ketika dirinya duduk di bangku SMP.


Sejak aktif di Ponpes Al- Luqmaniyyah Umbulharjo, ia rutin mengadakan silaturahmi yang diisi dengan kegiatan keagamaan. Misalnya manaqiban atau tradisi pembacaan biografi para wali dan orang-orang saleh setiap malam Rebo Pahing di rumahnya.


"Dalam hal berbisnis dan bersosial, saya berusaha menerapkan istilah ngalap barokah," tandas Ramdhan. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#pesantren #bisnis #mandor #media sosial