Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo Dukung Pelestarian Budaya, Kuatkan Sinergitas Pemuda dan Legislatif

Iwan Nurwanto • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:19 WIB
TREND: Wisatawan menyewa kebaya di Malioboro, Jogja. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo mendorong inovasi budaya seperti ini sebagai pelestarian tradisi.
TREND: Wisatawan menyewa kebaya di Malioboro, Jogja. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo mendorong inovasi budaya seperti ini sebagai pelestarian tradisi.

JOGJA - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo menegaskan komitmennya memajukan sektor kebudayaan. Salah satunya dengan mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjaga warisan budaya.

Anggota dewan yang akrab disapa Tomo ini mengatakan, Komisi D secara spesifik membidangi urusan pendidikan, kebudayaan, dan kesejahteraan rakyat. Sehingga pelestarian budaya menjadi salah satu prioritas program. Apalagi di tengah derasnya arus modernisasi dan digital seperti sekarang.

Tomo konsisten menyuarakan pentingnya kolaborasi kuat antara pemuda sebagai pewaris budaya dan pemerintah sebagai fasilitator. Sebab predikat kota budaya yang disandang oleh Yogyakarta saat ini harus tetap dipertahankan.

"Sinergi antara legislatif dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga identitas budaya Yogyakarta," ujar Tomo kepada Radar Jogja, Minggu (19/10).

Politisi Partai Golkar ini menilai, keterlibatan anak muda tidak hanya penting. Namun juga strategis, karena memiliki kedekatan dengan teknologi digital.

Tomo menyatakan, legislatif serius mendorong generasi muda untuk terlibat aktif. Termasuk mendukung langkah-langkah kebijakan yang memungkinkan generasi muda menjadi subjek, bukan sekadar objek, dari program-program kebudayaan yang digagas oleh pemerintah kota.

"Hal ini bertujuan agar kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh secara organik di kalangan milenial dan Gen Z," katanya.

​Selain aspek pelestarian nilai, Tomo juga melihat acara kebudayaan bisa menjadi wadah potensial untuk menggerakkan ekonomi kreatif di Kota Jogja. Oleh karena itu, dia mendorong agar ada cara-cara yang efisien dan kreatif dalam mempromosikan wisata.

Misalnya dengan mengolah potensi yang sudah ada dan menyebarluaskannya melalui perangkat digital. Salah satu contohnya adalah tren persewaan baju-baju adat Jawa bagi wisatawan di Malioboro. Dia berharap tren seperti itu bisa berkembang hingga kampung-kampung wisata agar dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Generasi muda adalah agen perubahan yang strategis dalam merawat identitas budaya, lalu kebudayaan dapat menjadi sumber penggerak ekonomi rakyat melalui inovasi dan usaha kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman," tegas Tomo.

Lebih lanjut, Tomo juga menyoroti tentang sektor keolahragaan. Menurutnya, ekosistem kompetisi yang baik dan adil dapat mendukung perkembangan diri anak muda. Salah satunya dari segi penjurian lomba yang diikuti oleh anak muda.

"Karena jika penilaian tidak fair dari dewan juri, dapat melemahkan semangat anak-anak muda," imbuhnya. (inu/wia)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Komisi D #dprd kota jogja #kesejahteraan rakyat #legislatif #inovasi #kebudayaan #digital #Malioboro #Ekonomi