JOGJA - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah memenuhi Lapangan Minggiran, Mantrijeron, Rabu (8/10), dalam pembukaan resmi Pekan Olahraga Siswa (Porsis) Kota Yogyakarta 2025. Ajang tahunan ini menjadi panggung pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda dari jenjang SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, se-Kota Yogyakarta.
Acara dibuka secara simbolis oleh Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si., melalui pemukulan gong yang menandai dimulainya kompetisi yang akan berlangsung selama 8–17 Oktober 2025 di berbagai venue olahraga di Kota Yogyakarta.
Porsis 2025 mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni atletik, catur, futsal, karate, panahan, pencak silat, renang, dan sepak takraw. Sebanyak 2.647 peserta tercatat ambil bagian dalam kompetisi ini, menjadikannya sebagai salah satu ajang olahraga pelajar terbesar di lingkup Kota Yogyakarta.
“Ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi sebagai bentuk latihan dan pembinaan jangka panjang. Kami ingin membentuk sentra olahragawan pelajar yang siap mewakili Kota Yogyakarta di level lebih tinggi seperti O2SN, GSI, dan Popda DIY,” terang Budi dalam sambutannya.
Sejumlah venue olahraga digunakan sebagai tempat pertandingan, di antaranya Stadion Mandala Krida, SD Tegalmulyo, Segoro Amarto, Kopertis, Depok Sport Center, Djoko Inkai Samawi, dan Jogokaryan Futsal.
Meski matahari mulai meninggi, semangat para siswa tetap berkobar. Mereka tak hanya siap berlaga, tetapi juga telah menjalani persiapan serius jauh-jauh hari. “Latihan biasanya seminggu empat kali. Kadang juga olahraga kecil di rumah. Makan telur biar kuat juga,” ujar Azka, peserta dari cabang renang.
Sementara itu, Kenji, peserta dari cabang lain, membawa harapan sederhana namun penuh semangat. “Doanya sih, semoga menang.”
Pada penutupan Porsis Kota Yogyakarta 2025, pada Jumat (17/10) Budi pun mengingatkan, pembinaan olahraga siswa tidak boleh berhenti hanya pada ajang kompetisi. Setiap pengalaman bertanding, menurutnya, menjadi bekal penting dalam proses tumbuh kembang pelajar, baik secara fisik, mental, maupun karakter. “Yang menang jangan jumawa, yang belum menang jangan minder. Jalan anak-anak masih panjang. Bertandinglah dengan semangat dan jujur. Taati pelatih dan guru pendamping, insyaallah akan menuai hasil terbaik,” pesannya.
Porsis 2025 menjadi bagian dari upaya meletakkan fondasi kuat bagi prestasi olahraga pelajar Kota Yogyakarta. Dengan semangat sportif, ajang ini bukan hanya seleksi atlet, tapi juga pendidikan karakter melalui olahraga. (mg3/mg4/pra)
Editor : Herpri Kartun