Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Bulan Hanya Dapat Rp 130 Ribu, PKL dan Jukir Menara KopiTuntut Solusi ke Pemkot Jogja 

Iwan Nurwanto • Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Siluet anak dari pedagang melintas diantara lapak-lapak yang sepi di TKP ABA II di lahan bekas Menara Kopi, Kotabaru, Kota Jogja, kemarin (15/10). Kebijakan Pemkot Jogja untuk merelokasi para pedagang
Siluet anak dari pedagang melintas diantara lapak-lapak yang sepi di TKP ABA II di lahan bekas Menara Kopi, Kotabaru, Kota Jogja, kemarin (15/10). Kebijakan Pemkot Jogja untuk merelokasi para pedagang

 

JOGJA – Sesuai kekhawatiran para pedagang dan juru parkir (jukir) eks Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali. Perpindahan ke lahan eks Menara Kopijustru menambah beban mereka. Lima bulan pascapindah ada yang hanya meraup Rp 130 ribu.

 

PKL dan jukir pun mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja yang ternyata tidak berjalan baik. Pelaku usaha mengeluhkan minimnya pendapatan pascaperpindahan.

 

Salah satunya Suhadi, pedagang pakaian batik dan kaus khas Jogja ini mengatakan, sejak resmi direlokasi lima bulan lalu dirinya baru mendapatkan omzet Rp 130 ribu. Jumlah itu dinilai sangat kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saya selama lima bulan cuma dapat di bulan pertama saja Rp. 130 ribu,” keluh Suhadi kepada awak media, Rabu (15/10)

 

Suhadi menuding, kurangnya pendampingan dari pemkot membuat para pedagang saat ini merugi. Kemudian juga tidak adanya ketegasan pemkot dalam menindak parkir liar. Sehingga wisatawan tidak memarkirkan kendaraannya di lahan eks Menara Kopi.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh juru parkir lahan eks Menara Kopi Saiful Anwar. Dia menyebut, selama lima bulan pascarelokasi dirinya belum mendapatkan penghasilan. Alasannya, karena tidak ada wisatawan yang parkir di tempat tersebut.

 Baca Juga: Damkar Gunungkidul Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter di Permukiman, Pastikan Warga Aman

Diakui Saiful, lahan eks Menara Kopi yang masuk kawasan Kotabaru sejatinya strategis sebagai tempat parkir bagi wisatawan Malioboro. Namun kehadirannya tenggelam dengan titik-titik parkir liar. “Sebenarnya efektif dan strategis, namun kalah dengan parkir liar,” sebutnya.

 

Sebagaimana diketahui, para pedagang dan juru parkir TKP Abu Bakar Ali secara resmi direlokasi ke lahan eks Menara Kopi pada Juni lalu. Itu imbas adanya pembangunan ruang terbuka hijau di lahan TKP ABA.

 

Wali Kota Akan Tindak Parkir Liar

 Baca Juga: Gapura Selamat Datang Bantul Bakal Dipindah ke Perempatan Dongkelan, Tegaskan Wilayah Utara Bagian dari Kawasan Perkotaan

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku sudah menerima keluhan para pelaku usaha di eks Menara Coffee. Salah satu yang diinginkan, terkait pemberian akses bus pariwisata menuju kawasan tersebut.

 

Mantan Bupati Kulonprogo itu berjanji, akan membuat rekayasa lalu lintas agar bus-bus pariwisata yang masuk ke Kota Jogja diarahkan ke lahan eks Menara Coffee. Selain itu, ke depan juga akan disediakan halte TransJogja. “Untuk parkir liar di luar ABA juga akan ditertibkan, namun akan kami kaji dulu,” kata Hasto. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Abu Bakar Ali #Eks Menara Kopi #TKP ABA #hasto wardoyo #PKL #Wali Kota Jogja #Pemkot Jogja #jukir #omzet