JOGJA - Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Muhammad Affan gencar menyuarakan pentingnya peningkatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur. Sebab infrastruktur yang optimal dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Jogja.
Affan menilai, infrastruktur yang memadai bukan hanya tentang kemudahan mobilitas. Namun juga modal utama mendukung kesehatan masyarakat, keadilan sosial, hingga keberlanjutan kota lewat masyarakat yang berkualitas.
Baca Juga: Damkar Gunungkidul Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter di Permukiman, Pastikan Warga Aman
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pemerataan pembangunan menjadi salah satu fokus utama di Komisi C. Sehingga dorongan kepada instansi yang membidangi infrastruktur di Pemkot Jogja pun terus dilakukan. “Kami di Komisi C konsisten menyoroti pemerataan infrastruktur karena berkaitan erat dengan masalah sosial dan lingkungan,” ujar Affan kepada Radar Jogja Selasa (14/10).
Selain mendorong pengentasan kawasan kumuh, Affan mengaku juga cukup konsen terhadap penanganan sampah. Dia pun mengapresiasi adanya gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Baca Juga: Pemkot Jogja Akan Jadikan RTHP sebagai Tempat Pengolahan Sampah Organik
Namun dia menilai, program tersebut masil perlu dilakukan pendampingan dan pengawasan. Sehingga bisa membentuk kebiasaan masyarakat memilah sampah. Serta mengurangi tumpukan sampah di depo secara signifikan.
Jika kawasan kumuh dan sampah tidak dapat terselesaikan, maka dapat menimbulkan dampak negatif. Sebab kawasan kumuh dengan sanitasi yang buruk dan tumpukan sampah berisiko menjadi sumber penyakit.Lalu, rendahnya kesadaran pengelolaan sampah di kawasan kumuh dapat memperburuk lingkungan. “Misalnya kebiasaan membuang limbah ke sungai,” tuturnya.
Affan menegaskan, pengentasan masalah sampah dan kawasan kumuh juga merupakan langkah menuju keadilan sosial. Sekaligus modal penting untuk meningkatkan potensi investasi dan pariwisata di Kota Jogja.
Selain dua isu itu, dia juga mendorong optimalisasi ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari infrastruktur kota yang mendukung kualitas hidup. Ketersediaan RTH dianggap penting karena mendorong masyarakat untuk beraktivitas fisik, mengurangi stres, dan sebagai ruang inklusif untuk interaksi sosial. “Saya akan terus mengawal program pembangunan infrastruktur pemerintah, guna memastikan setiap warga kota dapat menikmati fasilitas dasar yang layak dan merata,” tegasnya. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita