Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Gelar Lomba Start-Up Pertama, JCSF 2025 Targetkan Sinergi Bisnis dan Pariwisata

Magang Radar Jogja • Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:45 WIB

 

 

Jumpa pers di PDIN
Jumpa pers di PDIN

JOGJA – Untuk pertama kalinya, Kota Yogyakarta akan menjadi tuan rumah kompetisi bisnis start-up berskala nasional. Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) secara resmi akan menggelar Jogja Creative Start-Up Festival (JCSF) 2025, sebuah ajang perdana yang mempertemukan pelaku usaha rintisan lintas sektor dalam satu wadah kompetisi dan kolaborasi.

JCSF 2025 menjadi momen bersejarah bagi ekosistem bisnis kreatif di Yogyakarta. Tak hanya menjadi arena adu gagasan bisnis, festival ini juga berfungsi sebagai platform bagi para entrepreneur muda untuk menunjukkan potensi dan memperluas jaringan profesional mereka.

 “Ini pertama kalinya diadakan di Kota Yogyakarta. Harapannya bisa memberikan dampak nyata, tak hanya untuk Jogja tetapi juga secara nasional. Kami punya ekspektasi yang sangat tinggi terhadap JCSF 2025,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, Rabu (15/10).

JCSF 2025 berfokus pada pengembangan ekonomi dan pariwisata melalui pendekatan inovatif berbasis kewirausahaan. Festival ini akan melibatkan sektor-sektor unggulan seperti inovasi industri, kuliner (food & beverage), industri kreatif, teknologi digital, serta budaya dan pariwisata.

Melalui program ini, peserta akan diberikan ruang untuk mengevaluasi skala bisnis dan level pertumbuhan usaha mereka. Tidak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan insight baru melalui diskusi dua arah bersama narasumber ahli dari berbagai bidang bisnis.

Agenda utama JCSF 2025 adalah Brave Pitch, yakni kompetisi pitching ide bisnis yang dimulai pada 13 Oktober 2025. Dari ratusan proposal, akan dipilih 40 peserta terbaik yang berhak mempresentasikan ide mereka. Dari babak ini, 15 finalis akan lolos ke tahap akhir dan diberi kesempatan untuk tampil di hadapan investor, pelaku industri, dan media.

Sebagai bagian dari rangkaian final, para finalis juga akan difasilitasi dalam Start-Up Gallery, sebuah pameran inovasi publik yang digelar pada 11–12 November 2025 di PDIN Jogja. Pameran ini menyediakan 30 slot tenant untuk menampilkan produk unggulan dari masing-masing peserta, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan calon investor atau mitra usaha.

Tak hanya kompetisi, JCSF 2025 juga memberikan pendampingan teoritis melalui sesi Scale-Up Season dan Founder’s Story. Forum ini dirancang untuk membahas strategi, peluang, dan tantangan dalam membangun bisnis dari nol hingga berkembang ke skala nasional dan global.

Peserta akan mendapat wawasan langsung dari praktisi dan founder berpengalaman, termasuk terkait pemasaran digital dan strategi pendanaan start-up.

JCSF 2025 diselenggarakan oleh PDIN dan didukung oleh Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ) serta Jogja Festival. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengakomodasi pelaku start-up di seluruh wilayah DIY agar bisa tumbuh bersama dan mendapat eksposur lebih luas.

 “Momentum ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari. Kami berharap para pelaku usaha kreatif benar-benar memanfaatkan peluang besar ini,” tambah Tri Karyadi.

 Dengan diadakannya kompetisi start-up pertama ini, Jogja menegaskan posisinya sebagai kota kreatif yang tak hanya kuat dalam budaya, tetapi juga inovatif dalam geliat ekonomi modern.

(Maria Florida Namus, Oliviera Nawang Prastiwi

 

Editor : Heru Pratomo
#Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM #start up #PDIN #creative #Tri Karyadi Riyanto Raharjo #Jogja