Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengembangan Taman Budaya Embung Giwangan Bergantung Danais, Butuh Anggaran hingga Rp 3 Miliar: Begini Rencana Pemkot Jogja

Iwan Nurwanto • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:10 WIB

 

MASIH TERBATAS: Suasana di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), kemarin (30/7).
MASIH TERBATAS: Suasana di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), kemarin (30/7).

JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana melakukan pengembangan Taman Budaya Eembung Giwangan (TBEG) di Jalan Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo.

Ini untuk mendukung potensi wisata sisi selatan Jogja, terlebih pula bus pariwisata mulai diarahkan ke Terminal Giwangan pada tahun depan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, salah satu pengembangan itu dilakaukan di bagian halaman belakang TBEG.

Di mana masih berupa lahan lapang yang dipenuhi semak belukar.  Sampai saat ini masih dirasa belum optimal pemanfaatannya.

Jika kawasan ini dikembangkan, maka bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan masyarakat sekadar untuk bersantai.

“Saya ingin Embung Giwangan yang belakang itu jadi taman yang indah. Terus yang depan kan masih banyak yang belum di paving dan sebagainya,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Timoho, Kamis (9/10/2025).

Namun, untuk mewujudkan hal itu tak mudah. Karena pemkot membutuhkan anggaran sekitar dua hingga tiga miliar. Serta harus bersumber dari dana keistimewaan (danais). Sebab pengembangan, memang tidak menggunakan APBD Kota Jogja.

Karena itu, dia berharap agar tidak ada penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Sebab jika TKD terpangkas tentu sangat berpengaruh terhadap upaya pengembangan TBEG.

“Anggarannya tidak besar sebetulnya, cuman masalahnya ada uangnya atau tidak,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyampaikan, beberapa sarana di TBEG memang masih belum optimal.

Misal dari minimnya penerangan di sisi utara. Sehingga membuat TBEG belum bisa beroperasi selama 24 jam penuh.

Meskipun begitu, Yetti mengklaim sudah banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk kegiatan malam hari. Seperti dua lantai di Graha Budaya, lalu amphitheater, dan halaman depan depan TBEG.

“Kemudian hari minggu juga sudah digelar pasar minggu dan bisa dilakukan kegiatan jogging pagi,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Taman Budaya Embung Giwangan #pengembangan #Danais #TBEG #Pemkot Jogja #potensi wisata #Dana Keistimewaan DIY