JOGJA - Dinas Perindustrian Koperasi (Dinkop) UKM Kota Jogja mencatat sudah ada 45 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang terbentuk di wilayahnya.
Koperasi yang menjadi arahan pemerintah pusat itu secara resmi akan beroperasi serentak pada akhir Oktober mendatang.
“Rencananya tanggal 28 Oktober nanti akan dilakukan launching operasionalisasi koperasi merah putih,” kata Kepala Dinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Balai Kota Timoho, Selasa (7/10/2025).
Totok sapaannya menjelaskan, launching tersebut akan menjadi momentum awal pengoperasian KKMP.
Sehingga berbagai persiapan pun mulai dilakukan. Baik dari sisi sumber daya manusia, visi hingga rencana bisnis yang dijalankan.
Menurutnya, setiap KKMP harus memiliki pemahaman yang kuat tentang regulasi dan rencana bisnis.
Maka, ketika beroperasi nantinya, koperasi bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.
Sesuai arahan pemerintah pusat, ada enam bidang yang wajib dijalankan oleh KKMP. Meliputi koperasi itu sendiri, apotek, klinik, unit simpan pinjam, peyimpanan makanan, dan unit sembako.
Namun untuk di Kota Jogja, kata Totok, KKMP harus bisa menyesuaikan potensi lokalnya masing-masing. Misalnya jika merupakan kelurahan sentra batik maka bisa mengembangkan unit usaha batik Segoro Amarto.
Selain itu, KKMP juga dikerjasamakan dengan lembaga lain seperti perbankan, sektor bahan pokok seperti Bulog, BUMD hingga pegadaian.
Sebab di awal, KKMP akan sulit beroperasi jika berjalan sendiri. “Karena itu kami gandeng mitra-mitra strategis,” beber Totok.
Ketua KKMP Giwangan Sudaryanto menyampaikan, telah mengembangkan lini bisnis sebagai supplier bahan pangan untuk program makan bergizi gratis (MBG). Serta produk sabun ramah lingkungan yang diberi nama Giwangi.
Baca Juga: Misteri di Balik Larangan Pakaian Hijau di Pantai Selatan Mitos, Legenda, atau Kenyataan?
Sudaryanto menyebut, semangat kolaborasi dan gotong royong menjadi modal utama dalam menggerakkan koperasi di wilayahnya.
Lewat semangat itu, KKMP Giwangan pun berkomitmen menjadi percontohan bagi koperasi lain.
“Jangan tunggu punya modal besar, tapi kami memulai dulu dengan niat baik dan kerja sama,” ungkapya.
Baca Juga: Frédéric Injaï Pilih Fokus di Setiap Laga, Bukan Hasil Akhir Kompetisi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan berharap, KKMP tidak hanya menjadi wadah jual beli saja.
Namun juga harus bisa menggerakkan perekonomian lokal yang berdampak pada masyarakat.
Wawan menegaskan, sinergitas lintas sektor menjadi hal penting dalam beroperasinya KKMP.
Baik antarpelaku usaha, masyarakat, maupun pemerintah. Pemkot pun berkomitmen untuk memberi pendampingan kepada anggota KKMP se-Kota Jogja.
“Kami fokus pemantapan kelembagaan dan peningkatan SDM, agar saat operasional dimulai semuanya sudah siap dan berjalan baik,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita